Starin Sani

Browsing category: Movie, Review
insurgent
0 comments

Insurgent (2015)

My Rating: ★★★★
Genre: Science-fiction, adventure

insurgent

Selain trilogi The Hunger Games, The Divergent Series juga termasuk film yang kutunggu-tunggu! Kabar gembira untuk kita semua, film kedua dari The Divergent Series, yaitu Insurgent, udah mulai tayang di bioskop sejak 20 Maret kemarin.

Meneruskan cerita di Divergent (2014), dikisahkan Tris (Shailene Woodley) dan Four (Theo James) kabur ke faksi Amity setelah ketahuan bahwa mereka Divergent. Tapi pemimpin faksi Erudite, Jeanine (Kate Winslet), terus mencari para Divergent, karena dia punya kotak dari para pendiri kota yang hanya bisa dibuka oleh kaum Divergent.

Tris dan Four pun melarikan diri lagi ke wilayah kaum Factionless, alias kaum yang nggak masuk ke dalam lima faksi yang ada. Pasangan kekasih ini juga sempat pergi ke faksi Candor, namun lagi-lagi harus bertemu dengan anak buah Jeanine yang sedang memburu para Divergent. Dengan menggunakan sebuah alat, anak buah Jeanine pun mengetahui bahwa Tris ternyata adalah orang yang mereka cari. Soalnya, rupanya tak sembarang Divergent bisa membuka kotak dari para pendiri kota.

Dari segi jalan cerita, emang cukup bikin penasaran yah, sebenarnya apa sih isi kotak dari para pendiri kota? Dari segi visual, film yang diangkat dari novel Veronica Roth ini juga menarik. Ditambah lagi, sang pemeran utama Shailene Woodley berakting keren di film berdurasi 119 menit ini. Dengan potongan rambut pendek, aktris yang juga membintangi The Fault in Our Stars (2014) ini terlihat cukup tangguh dan jago bela diri. Dibanding Divergent, Insurgent memang menyajikan adegan berantem yang lumayan banyak.

Untuk cerita cinta antara Tris dan Four sendiri, udah nggak terlalu jadi fokus cerita, sih. Cuman, sempat ditampilkan adegan ranjang di antara mereka yang menurutku kurang penting. Satu lagi yang bikin aku kurang sreg, emm (awas rada spoiler)… isi kotaknya itu ternyata… aw aw, ya gitu deh, menurutku agak aneh aja ternyata tujuan para pendiri kota mendirikan kota itu.

Overall sih, film garapan sutradara Robert Schwentke ini lumayan menarik ditonton. Selamat menanti film kelanjutannya, Allegiant – Part 1, yang rencananya bakal dirilis 18 Maret 2016!

the hobbit
0 comments

The Hobbit: The Battle of the Five Armies (2014)

My Rating: ★★★★
Genre: Adventure, fantasy

the hobbit

Serial ketiga sekaligus terakhir dari trilogi The Hobbit ini pasti udah ditunggu-tunggu banget sama penggemarnya!

Melanjutkan film keduanya, The Desolation of Smaug (2013), film ini dibuka dengan aksi naga Smaug (Benedict Cumberbatch) yang ingin menghancurkan Laketown. Singkat cerita, setelah kotanya hancur, manusia penduduk Laketown pada hijrah semua ke Lonely Mountain tempat Bilbo Baggins (Martin Freeman) dan para kurcaci berada. Para manusia itu pengin minta emas bagian mereka sesuai kesepakatan yang udah mereka bikin sama para kurcaci. Pada saat bersamaan, bangsa peri juga mendatangi gunung buat ambil harta mereka yang ada di sana. Nah udah tuh kan, ada tiga bangsa yang kumpul di gunung rebutan harta; kurcaci, manusia, dan peri. Kemudian Gandalf (Ian McKellen) si penyihir datang, memperingatkan kalau bangsa Orc juga sedang dalam perjalanan ke gunung. Akhirnya mereka pun bersatu melawan Orc.

Udah kelihatan dari judulnya, film yang diangkat dari novel karya J. R. R. Tolkien ini didominasi scene perang. Hampir sepanjang film perang terusss. Apalagi pas udah mulai battle di pintu gunungnya, rasanya adegan perangnya ditampilin nonstop! Walau begitu, seperti film-film sebelumnya, film karya sutradara Peter Jackson ini juga nggak kehilangan sentuhan humornya. Bahkan saat perang pun, kita bisa lihat beberapa adegan kocak dan tolol. =)) Ada juga beberapa adegan yang cukup mengharukan. Tapi memang, secara keseluruhan The Hobbit: The Battle of the Five Armies ini terkesan lebih serius dibanding dua film sebelumnya.

Hal yang cukup bikin aku pribadi kecewa, porsi tayang Bilbo di film berdurasi 144 menit ini nggak terlalu banyak. T.T Karena ya itu, fokus film ini lebih ke adegan perang. Denger-denger sih, nanti film ini bakal keluar versi extended-nya yang lebih panjang. Tapi nggak tau deh isinya bakal lebih nyeritain petualangannya, atau justru nambah durasi perangnya.

Buat yang suka film perang, pasti bakal suka deh serial The Hobbit yang satu ini. Secara visual adegan peperangannya cukup memuaskan, kok. Buat yang nggak suka film perang kayak aku, The Hobbit: The Battle of the Five Armies tetap lumayan menghibur buat ditonton saat liburan akhir tahun gini. ;)

mockingjay
0 comments

The Hunger Games: Mockingjay – Part 1 (2014)

My Rating: ★★★★
Genre: Adventure, sci-fi

mockingjay

Para pecinta The Hunger Games pasti udah nunggu-nunggu banget film ketiga yang diangkat dari novel Suzanne Collins ini. Syukurlah, filmnya nggak mengecewakan!

Setelah menghancurkan arena Hunger Games di The Hunger Games: Catching Fire (2013), di film ini Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) diceritakan mengungsi ke Distrik 13. Di sana, ia diminta Presiden Coin (Julianne Moore) dan Plutarch Heavensbee (almarhum Philip Seymour Hoffman) untuk menjadi Mockingjay, simbol pemberontakan rakyat Panem terhadap Capitol. Katniss pun setuju, meski sebenarnya sangat cemas dengan kondisi Peeta Mellark (Josh Hutcherson) yang ditawan Presiden Snow (Donald Sutherland) di Capitol.

Dibanding dua film sebelumnya, The Hunger Games: Mockingjay – Part 1 nggak banyak menampilkan adegan action. Nggak ada lagi permainan hunt-or-be-hunted atau kill-or-be-killed yang jadi daya tarik utama di film-film sebelumnya. Tapi tetap, film yang disutradarai Francis Lawrence ini nggak kehilangan suasana tegangnya, bahkan suasananya terasa lebih suram. Beberapa adegan juga lumayan mengaduk emosi.

Yang aku suka, banyak kalimat bagus di film ini yang diucapkan dengan sempurna oleh pemerannya. Misalnya aja waktu Katniss terbakar emosinya, ia berujar, “If we burn, you burn with us!” Atau ketika Effie Trinket (Elizabeth Banks) mengomentari kostum baru Katnis, “We will make you the best-dressed rebel in history,” dan “Everyone is going to want to kiss you, kill you, or be you.” Ha!

Ngomongin Effie, di film berdurasi 123 menit ini penampilannya nggak kayak di film-film sebelumnya yang selalu pakai kostum dan wig aneh. But still, Effie diperankan sangat baik oleh Elizabeth Bank, kehadirannya mampu bikin suasana lebih ceria. Satu lagi yang patut diacungi jempol adalah akting Julianne Moore yang baru bergabung di trilogi The Hunger Games pada film ini. Dan seperti biasa, peraih Oscar Jennifer Lawrence juga memainkan perannya dengan apik.

Ohya, buat kalian yang #TeamPeeta (if you know what I mean), pasti bete banget karena di film ini Katniss lebih deket sama Gale (Liam Hemsworth), hahaha. Bahkan Peeta cuma muncul bentar, walaupun namanya disebut-sebut terus sama Katniss.

Satu hal kekurangannya, karena mengikuti tren membagi satu buku ke dalam dua film yang dipelopori Harry Potter and the Deathly Hallows, film ini jadi kerasa kurang klimaks. Klimaksnya tentu disimpen buat The Hunger Games: Mockingjay – Part 2 yang bakal rilis November 2015 nanti.

Buat yang suka adegan action, mungkin bakal kecewa sama The Hunger Games: Mockingjay – Part 1. Tapi buat aku, this movie is quite excellent!

interstellar
0 comments

Interstellar (2014)

My Rating: ★★★★
Genre: Adventure, sci-fi

interstellar

This is one of the most awaited movie of the year! Terbukti, tiga trailer Interstellar di YouTube masing-masing ditonton sampai jutaan penonton. Is this movie worth the wait?

Di film garapan Christopher Nolan ini, diceritakan bumi udah hampir nggak bisa ditinggali manusia. Kekurangan pangan di mana-mana, badai debu sewaktu-waktu. Cooper (Matthew McConaughey), seorang mantan pilot NASA pun terpaksa menjalani kehidupan sebagai petani.

Di rumah, putri Cooper yang bernama Murph (Mackenzie Foy) sering merasa ada ‘hantu’ di kamarnya yang berusaha menyampaikan pesan kepadanya. Saat masuk ke kamar Murph setelah terjadi badai debu, Cooper ternyata benar-benar menemukan pesan dari si ‘hantu’ yang membawanya ke kantor rahasia NASA yang dipimpin Profesor Brand (Michael Caine).

Dari situlah petualangan Cooper dimulai. Profesor Brand dan timnya berencana mencari planet baru yang bisa dihuni manusia. Bersama Amelia (Anne Hathaway), dua rekan lain, dan dua robot, Cooper pun berangkat ke luar angkasa menuju tiga planet yang potensial untuk ditinggali. Ketiga planet itu berada di luar tata surya, jadi mereka harus melewati wormhole untuk ke sana.

Film berdurasi 169 menit ini tentunya nggak dibuat Nolan tanpa dasar. Sepanjang film, kita akan disuguhi banyak teori fisika seperti teori relativitas dari Albert Einstein dan teori wormhole oleh Kip Thorne. Sekadar saran nih ya, mending pelajari dulu teori-teori fisika itu sebelum nonton Interstellar. :D Ada satu bagian di puncak film yang awalnya kupikir maksa, tapi ternyata setelah baca teori relativitas dan teori lima dimensi, semua jadi terasa make sense.

Dari segi jalan cerita sendiri, film ini suksesss banget mengaduk-aduk emosi kita. Jalan ceritanya nggak mudah ditebak. Tegangnya dapet, humor ada, nggak jarang juga kita dibikin hampir nangis. Beberapa pesan moral juga tersirat di film ini. Misalnya aja tentang orangtua yang akan menjadi ‘hantu’ bagi anaknya, juga tentang sangat berharganya waktu karena sejam di planet lain bisa jadi bertahun-tahun di bumi. Scoring yang oke dari Hans Zimmer melengkapi film ini menjadi sebuah paket yang josss.

Sayangnya, walaupun nyeritain tentang luar angkasa, tapi aspek visual Interstellar masih kalah aduhai dibanding Gravity, meski masih enjoyable. Kesimpulannya, nggak nyesel deh buat yang udah nungguin film ini bertahun-tahun! :D

Begin Again
0 comments

Begin Again (2014)

My Rating: ★★★★
Genre: Drama, music

 

Begin AgainFilm drama musikal satu ini pasti udah ditunggu-tunggu banget sama fans-nya Adam Levine. Ya, Begin Again emang jadi debut film vokalis Maroon 5 ini. Gimana hasilnya?

Well, sebenernya di film ini Adam Levine nggak jadi tokoh yang utama-utama banget, sih. Tau kan maksudnya? Hahaha. Jadi cerita di film yang ber-setting di New York ini lebih berpusat pada Gretta (Keira Knightley), seorang songwriter yang galau karena diselingkuhin pacarnya, Dave Kohl (Adam Levine). Gretta yang patah hati kemudian diajak temannya ke bar dan tampil membawakan salah satu lagu ciptaannya. Penampilannya ini kebetulan dilihat oleh Dan Mulligan (Mark Ruffalo), seorang produser. Dan pun menawari Gretta untuk membuat album. Dave Kohl alias Adam Levine sendiri di sini diceritakan sebagai penyanyi yang lagi naik daun.

Jalan cerita film garapan John Carney yang juga pernah menyutradarai Once ini emang cukup simpel. Tapi dengan alur maju-mundur yang nggak ngebingungin, film berdurasi 104 menit ini tetap menarik ditonton sampai akhir. Satu lagi yang jadi daya tarik film Begin Again, yaitu lagu-lagunya! I love all songs in this movie! Mulai dari A Step You Can’t Take Back, Tell Me if You Wanna Go Home, Like a Fool, sampai Lost Stars. Kebanyakan lagunya diciptain oleh Gregg Alexander, songwriter yang juga nyiptain lagu Someday We’ll Know yang dipopulerkan Mandy Moore. Ah ya, di film ini Adam Levine emang berakting untuk pertama kalinya, tapi jangan lupa, Keira Knightley juga bernyanyi untuk pertama kalinya. Walaupun vokalnya nggak istimewa-istimewa banget, but it works!

Great music, great story. One word for this movie: lovely.