Starin Sani

Browsing category: Place, Review
2
0 comments

Maple Tree Restaurant

Udah lama banget aku pengin nyobain resto yang terletak di Jalan Pakuningratan ini, akhirnya kesampaian juga Minggu (6/12) lalu.

Dari segi tempat, Maple Tree lumayan oke buat foto-foto, baik area makan indoor-nya yang ber-AC maupun area makan outdoor-nya yang ditujukan buat para perokok. Parkirannya juga cukup luas. Lumayan nyamanlah pokoknya.

4

Pas buka buku menunya, ternyata makanan yang ditawarkan juga beragam, mulai dari Indonesian sampai Western food. Dari segi harga emang terbilang agak mahal untuk ukuran tempat makan di Jogja, tapi masih terjangkau kok. Pesananku juga cepet banget datengnya. Aku sempet mikir, oke juga nih resto.

Sampai akhirnya, aku mulai menyantap Baked Mac and Cheese (Rp 28 ribu) pesananku. Pas mau makan, aku ngerasa ada bau menyengat gitu dari hidanganku. Kata suamiku, mungkin emang gitu baunya. Tapi ternyata pas kumakan, rasanya juga kurang enak, kayak… basi, gitu. :| Aku pun ngerecokin pesanannya suamiku, Yamie Ayam Panggang (Rp 25 ribu) dan Chicken Garden Salad (Rp 19 ribu). Untuk yamienya, aku suka ayam panggangnya, empuk dan kerasa bumbunya. Kalau saladnya sih biasa aja rasanya, standar.

1

2

3

Untuk minumnya, aku pesen Es Suegeeer (Rp 15 ribu), semacam es buah dengan isi semangka, nanas, dan stroberi. Sesuai namanya, minuman yang satu ini bener-bener sueger! Sementara pesanan suamiku, Durian Avocado (Rp 19 ribu), menurutku rasanya agak aneh.

Kesimpulannya, dari segi tempat sih oke, menunya banyak, harganya juga terjangkau. Tapi, yah, jujur aku agak kecewa sama rasa makanannya dan itu bikin aku lumayan mikir-mikir mau ke sini lagi. Tapi tentu, silakan aja lhooo kalau mau ke sini, mayan kok bisa foto-foto. :D

Maple Tree Restaurant
Jl. Pakuningratan no. 77

aladdin
0 comments

Waffelicious

Mumpung cerah, Minggu (15/11) sore kemarin aku nyempetin ngemil cantik di Waffelicious bareng suami dan baby Hilya.

Begitu sampe di kafe yang berlokasi di daerah Demangan ini, aku langsung happy banget! Tempatnya emang mungil sih, tapi interiornya cantik dan nyaman. Ditambah lagi, pas aku dateng kafenya lagi nggak ada pengunjung alias kosong song! Udah gitu tempatnya ber-AC, jadi adem dan insya Allah nggak bakal ada yang ngerokok. Pas banget deh bawa baby Hilya ke sini. Begitu capek ngegendong, dia bisa kuletakin di meja sebelah. Nggak perlu khawatir juga kalau Hilya rewel terus ngeganggu pengunjung lain, karena emang nggak ada pengunjung lain. Tapi untungnya sih kemarin Hilya anteng banget. :D

wafel 1

wafel 2

Oke, balik lagi ke Waffelicious. Dari namanya udah keliatan, menu utama di kafe ini adalah waffle. Tapi, waffle di sini beda loh dari yang lain. Yang ditawarkan Waffelicious itu waffle khas Hong Kong, katanya sih. Pas pesanan kami datang, ternyata bentuk waffle-nya emang beda. Permukaannya bulet-bulet gitu dan teksturnya agak keras. Aku sendiri pesan Aladdin (Rp 26 ribu) yang ada kismisnya di dalamnya plus es krim ‘numplek’ di atasnya, sedangkan suami pesan Durian Favorite (Rp 26 ribu) yang kerasa banget duriannya. Dua-duanya yummy dan lumayan bikin perut kenyang! Untuk minumnya, di sini cuma ada air mineral aja.

aladdin

durian

Makanan enak plus tempat yang baby friendly, kalau aku sih ‘yes’. :D

Waffelicious
Jl. Demangan Baru

5
1 comments

Minke Dessert Bar

Gerai dessert ini baru membuka cabang keduanya di Jogja, yaitu di Jalan Monjali, setelah sebelumnya cuma ada di Jalan Gambir. Lumayan deket sama rumah, aku akhirnya ke gerai baru Minke, Selasa (9/6) minggu lalu.

Dari luar sih udah keliatan tempatnya cukup luas. Begitu masuk, kita bisa pilih mau duduk di area lesehan atau di kursi. Interiornya, yaah, lumayan lucu dan nyamanlah dengan lampu-lampu kecil yang digantung, walaupun nggak istimewa-istimewa banget.

3

4

Begitu membuka daftar menunya, ternyata harga es krim dan es serut yang ditawarkan lumayan terjangkau, mulai dari Rp 15 ribu. Aku akhirnya pesan Red Bean Ice Cream (Rp 15 ribu), sementara suamiku pesan Patbingsu (Rp 16 ribu).

Nggak pake lama, pesanan kami pun datang. Pesananku terlihat sangat menggoda: kacang merah dengan tiga scoop es krim di atasnya yang ditaburi kacang. Pesanan suamiku juga keliatan seger: kacang merah dan buah-buahan dengan corn flakes di atasnya. Setelah diicip-icip, lumayan enak sih, tapi sayang banget jenis es krim di pesananku ternyata bukan es krim yang lembut itu loooh. Yah maklum aja deh, soalnya kan harganya terjangkau. Patbingsu-nya suamiku juga seger, red bean-nya kerasa banget. Tapi kalau menurutku sih masih lebih enak Red Bean Ice Cream yang kupesan. :p

1

2

Tempat lumayan, rasa lumayan, harga terjangkau. Cukup memenuhi lah yaa buat jadi tempat nongkrong cantik bareng temen-temen.

Minke Dessert Bar
Jl. Monjali 106a

IKEA 1
0 comments

IKEA Indonesia

Setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya the world’s largest furniture retailer IKEA resmi membuka cabangnya di Indonesia, Rabu (15/10) lalu. Kebetulan banget, Minggu (19/10) kemarin aku ada acara di Tangerang. Ya udah sekalian aja aku mampir ke IKEA Indonesia yang terletak di kawasan Alam Sutera, Tangerang.

Pas mau ke sini, aku denger dari saudaraku kalau mau parkir di IKEA itu susah bangeeet, saking banyaknya pengunjung. Nggak sedikit yang sampai harus parkir berpuluh-puluh meter jauhnya dari IKEA. Tapi untunglah, pas aku ke sini sekitar jam 8 malam, parkirannya yang berkapasitas 1.200 mobil itu udah lumayan ‘kosong’, walaupun ya tetep aja rame. Gedung dua lantai toko furnitur asal Swedia yang luas banget ini sampe kerasa penuh!

IKEA 1

Begitu masuk, pengunjung langsung diarahkan ke lantai dua buat ngelihat-lihat furnitur yang lucu-lucu bangeeet! Mungkin udah pada tahu ya, salah satu daya tarik IKEA adalah cara mereka men-display produk. Barang-barang mereka seperti tempat tidur, sofa, meja, lemari, jam meja, semuanya disusun ke dalam ruang-ruang mini. Jadi selain lihat produk yang keren-keren, kita juga bisa sekalian dapat inspirasi buat menata interior rumah kita! Yang paling keren, nih, aku sempet lihat ada ‘rumah’ seluas 55 meter persegi di dalam IKEA. Kelihatannya sempit emang, tapi begitu kita masuk ke dalamnya, ternyata ruang sesempit itu bisa kerasa nyaman asal kita pintar menata perabotnya! Sayang nih, gara-gara saking banyaknya pengunjung, display produk di showroom lantai dua IKEA ini banyak yang kelihatan berantakan. Barang-barang kayak bantal dan selimut udah nggak tertata rapi lagi.

IKEA 2

IKEA 3

IKEA 4

IKEA 5

IKEA 6

IKEA 8

IKEEA 7

Setelah puas keliling-keliling lantai dua, aku turun ke lantai satu. Di lantai ini ada banyak pernak-pernik rumah, kayak peralatan dapur dan frame foto. Di lantai ini pula ada area pengambilan barang dan kasir. Konsep belanja di IKEA emang cukup beda dibanding toko furnitur lain. Di sini pengunjung diajak buat mandiri, jadi mulai dari ambil, bawa pulang, sampai merakit produk, semuanya dilakukan sendiri. Bisa juga sih kalau mau pakai jasa dari IKEA, tapi dikenai biaya tambahan.

IKEA 9

Kalau dilihat dari segi harga, emang sih produk-produk di IKEA agak mahal, tapi masih sebelas-dua belaslah sama harga di Informa. Buat yang nggak mampu males beli barang mahal, tetep nggak ada ruginya kok ke sini. Soalnya ya itu, produknya lucu-lucu banget, bisa jadi inspirasi menata rumah! IKEA juga isinya nggak melulu furnitur, ada juga restoran dan area bermain anak yang bikin tempat ini cocok banget buat jalan-jalan bareng keluarga. Kalau tertarik dateng tapi kebetulan nggak tinggal di Tangerang dan sekitarnya, silakan lihat-lihat dulu katalognya di sini. :)

IKEA Indonesia
Jalan Jalur Sutera Boulevard no. 45, Alam Sutera, Serpong, Tangerang

the icon 3
0 comments

The Icon Grill Steak

Ada kabar gembira buat para pecinta steak di Jogja. Terhitung sejak 25 Juni kemarin, ada resto steak baru di sebelah barat terminal Condong Catur. Namanya The Icon Grill Steak.

Berhubung lagi demen makan steak, Selasa (26/8) kemarin aku sama suami nyobain makan di resto yang masih segrup dengan Waroeng Steak ini. Yap, dia emang masih segrup sama resto steak favorit kita semua ini, tapi kayaknya ditujukan untuk segmen yang lebih atas. #ifyouknowwhatimean

Dari segi tempat, The Icon Grill Steak lumayan luas dan nyaman. Dekornya bernuansa kayu dengan dinding yang dipenuhi quotes seputar steak. Dari segi menu juga lumayan beragam, nggak cuma menyediakan steak doang. Yang bikin happy, untuk menu steak-nya kita bisa pilih mau pakai kentang dan saus apa. Untuk kentangnya, kita bisa pilih antara french fries, baby potato, wedges potato, atau mashed potato. Sementara untuk sausnya ada empat pilihan, yaitu mushroom sauce, barbeque sauce, black pepper sauce, dan brown sauce.

the icon 3

the icon 1

the icon 2

Sebagai pembuka, aku dan suami pesan Icon Mix Grill (Rp 72 ribu) buat berdua. Icon Mix Grill ini terdiri dari lamb chop, beef, chicken, spaghetti, dan mix vegetables. Untuk kentang dan sausnya kami pilih french fries dan barbeque sauce. Begitu pesanan dateng, kami rada kecewa sih soalnya ternyata porsinya biasa aja, padahal di buku menu kelihatan gede, hahaha. Pas dicobain, ternyata lumayan enak meskipun kurang begitu juicy. Tapi giliran makan bagian lamb chop-nya… uhuk, alot bingittt. Aku sih kurang terlalu suka, tapi mungkin pecinta daging kambing bakal doyan.

icon mix grill

Masih lapar (mata), aku dan suami pesan Sirloin (Rp 62 ribu) dengan mashed potato dan saus black pepper. Yang ini juga lumayan yummy, walaupun ada beberapa bagian daging yang kurang empuk. Sebagai penutup, kami pesan Caesar Salad (Rp 16 ribu) yang terasa segar banget di mulut. Untuk minumnya kami pesan ice tea (Rp 5 ribu) aja yang murah meriah, hihihi.

sirloin

caesar salad

Overall, resto yang juga terdapat di Jakarta ini bisa jadi salah satu alternatif kalau kita lagi pengin makan steak. Meski cenderung mahal, tapi sebenarnya harga makanan di sini terbilang terjangkau mengingat daging steak-nya impor. Kalaupun lagi bokek, The Icon Grill Steak juga menyediakan steak belasan ribu ala Waroeng Steak gitu. Selamat makan steak! :D

The Icon Grill Steak
Barat Terminal Condong Catur