Starin Sani

Browsing category: Place, Review, Uncategorized
0 comments

Martabak Kum Kum

Minggu (26/3) sore itu sebenernya aku dadakan aja sih ke Martabak Kum Kum. Bapak mertua minta dibeliin singkong keju, ya udah sekalian mampir ke sini tapi takeaway aja.

Martabak Kum Kum ini letaknya di Sagan, tempatnya lumayan mungil dan terbuka. Begitu dateng, langsung aja ke kasir buat pilih-pilih menunya.

Pertama-tama kita bakal disuruh milih basic alias rotinya. Ada empat pilihan, yaitu original (Rp 0), pandan (Rp 3.000), red velvet (Rp 5.000), dan takesumi (Rp 8.000). Aku asal aja milih takesumi soalnya warnanya cokelat kehitaman, kayaknya enak. :D Habis itu baru deh milih isiannya, aku pilih 1/2 keju 1/2 coklat (Rp 50.000). Yang lebih banyak rasanya juga ada sih, tapi lebih mahal sekitar Rp 85.000 – Rp 90.000. Kalo mau martabak asin juga ada kok di sini, harga mulai dari Rp 40.000.

kumkum

Setelah nunggu beberapa waktu (kurang lebih sama sih nunggunya kayak kalo beli terang bulan klasik di jalanan), akhirnya pesenanku jadi. Rasanya udah nggak sabarrr pengin makan. Apalagi pas udah sampe rumah dan ngeliat wujudnya, kemecerrr. :D Tapiii, mungkin gara-gara ekspektasi yang berlebihan, pas akhirnya aku nyobain martabaknya, rasanya kok nggak seenak keliatannya yaa. Atau mungkin karena yang kupesen rasa yang standar yaa, keju sama coklat. Ya enak sih, tapi biasa aja gitu. Tapi rotinya emang lembut sih dan bisa mengimbangi isian coklatnya yang manis, jadi nggak eneg.

Ya udah, cukup sekian review singkatnya, paling nggak si emak-emak ini udah ngicipin salah satu jajanan gaul di Jogja. :D

Martabak Kum Kum
Jalan Prof. Yohannes no 1060

0 comments

NHW#7_Starin Sani: Menuju Bunda Produktif

Dalam rangka naik level menjadi seorang bunda produktif, pada nice homework kali ini saya diminta untuk mencari tahu tipe kekuatan diri dan membuat kuadran aktivitas.

Dari hasil menjawab kuesioner di temubakat.com, berikut ini kekuatan diri saya :

temubakat

Tertulis di situ, ada lima potensi kekuatan saya, yaitu communicator, creator, designer, distributor, dan journalist. Bener sih, kecuali yang distributor, saya agak nggak paham itu maksudnya apa, hehe. Untuk kelemahannya, saya memang merasa agak kurang dalam kelima hal yang disebut di atas, tapi sebenarnya saya tetap merasa punya sedikit sisi caretaker, educator, interpreter, strategist, dan visionary dalam diri saya. #beneran #bukanngeles :D

Melihat hasil tes di atas, dipadukan dengan apa yang saya rasakan selama ini, maka inilah kuadran aktivitas saya.

nhw 7 kuadran

Maaf kalo list-nya minimalis ya, hehe. Karena ternyata ada banyak hal yang bagi saya masuk kategori ‘biasa saja’, dalam artian saya tidak ‘suka’ tapi juga bukan ‘tidak suka’, seperti perencanaan, pembukuan, memotivasi orang, dan maaasih banyak lagi, hehe.

Note : posting-an ini ditulis untuk memenuhi Nice Homework #7 di program matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP)

the icon 3
0 comments

The Icon Grill Steak

Ada kabar gembira buat para pecinta steak di Jogja. Terhitung sejak 25 Juni kemarin, ada resto steak baru di sebelah barat terminal Condong Catur. Namanya The Icon Grill Steak.

Berhubung lagi demen makan steak, Selasa (26/8) kemarin aku sama suami nyobain makan di resto yang masih segrup dengan Waroeng Steak ini. Yap, dia emang masih segrup sama resto steak favorit kita semua ini, tapi kayaknya ditujukan untuk segmen yang lebih atas. #ifyouknowwhatimean

Dari segi tempat, The Icon Grill Steak lumayan luas dan nyaman. Dekornya bernuansa kayu dengan dinding yang dipenuhi quotes seputar steak. Dari segi menu juga lumayan beragam, nggak cuma menyediakan steak doang. Yang bikin happy, untuk menu steak-nya kita bisa pilih mau pakai kentang dan saus apa. Untuk kentangnya, kita bisa pilih antara french fries, baby potato, wedges potato, atau mashed potato. Sementara untuk sausnya ada empat pilihan, yaitu mushroom sauce, barbeque sauce, black pepper sauce, dan brown sauce.

the icon 3

the icon 1

the icon 2

Sebagai pembuka, aku dan suami pesan Icon Mix Grill (Rp 72 ribu) buat berdua. Icon Mix Grill ini terdiri dari lamb chop, beef, chicken,¬†spaghetti, dan mix vegetables. Untuk kentang dan sausnya kami pilih french fries dan barbeque sauce. Begitu pesanan dateng, kami rada kecewa sih soalnya ternyata porsinya biasa aja, padahal di buku menu kelihatan gede, hahaha. Pas dicobain, ternyata lumayan enak meskipun kurang begitu juicy. Tapi giliran makan bagian lamb chop-nya… uhuk, alot bingittt. Aku sih kurang terlalu suka, tapi mungkin pecinta daging kambing bakal doyan.

icon mix grill

Masih lapar (mata), aku dan suami pesan Sirloin (Rp 62 ribu) dengan mashed potato dan saus black pepper. Yang ini juga lumayan yummy, walaupun ada beberapa bagian daging yang kurang empuk. Sebagai penutup, kami pesan Caesar Salad (Rp 16 ribu) yang terasa segar banget di mulut. Untuk minumnya kami pesan ice tea (Rp 5 ribu) aja yang murah meriah, hihihi.

sirloin

caesar salad

Overall, resto yang juga terdapat di Jakarta ini bisa jadi salah satu alternatif kalau kita lagi pengin makan steak. Meski cenderung mahal, tapi sebenarnya harga makanan di sini terbilang terjangkau mengingat daging steak-nya impor. Kalaupun lagi bokek, The Icon Grill Steak juga menyediakan steak belasan ribu ala Waroeng Steak gitu. Selamat makan steak! :D

The Icon Grill Steak
Barat Terminal Condong Catur

0 comments

Happy New Year 2014!

HAPPY NEW YEAR 2014
Hope we all have an amazing 2014! :D
P.S.: ini video yang kuambil semalem di Bukit Bintang, Yogyakarta. Enjoy the fireworks!