Starin Sani

19 comments

Dia Bernama Jack Spearrow’s

Kamis malam aku makan di semacam tempat makan berinisial F.

Hembusan angin dingin yang menusuk raga membuatku ingin mencicipi makanan pedas. Aku pun memutuskan untuk memesan jamur balado. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya pesananku terhidang juga. Tanpa banyak basa-basi, aku langsung menyantapnya.

Kunyahan pertama. Hmm, nikmat…

Kunyahan kedua. Mulai terasa pedas.

Kunyahan ketiga. Hwaaa… superpedas!

Sialnya lagi, di antara jamur ternyata terselip jahe yang dipotong besar-besar. Hueeek… aku segera tahu bahwa aku salah pesan!

Tapi sesungguhnya bukan jamur balado sialan itu yang ingin kuceritakan. Seusai makan, tiba-tiba ada seorang cowok menghampiri mejaku. Aku kira dia ingin mengajakku kenalan, atau minta tisu, atau kemungkinan terburuk dia ternyata menyembunyikan gitar di balik tubuhnya alias mau ngamen. Tapi ternyata semua dugaanku salah.

Setelah mengucapkan permisi, lelaki itu mengambil sendok dari gelasku dan… zap! Dia membengkokkannya. Aku langsung terperangah. Ia kemudian meniup sendok tersebut dan menjadikannya lurus kembali seperti semula. Aku hanya bisa melongo, memandangnya dengan takjub.

Seakan belum puas unjuk kebolehan, lelaki bertubuh tinggi kurus itu lalu mengeluarkan selembar uang Rp 5000,- dan selembar uang Rp 1000,-. Ia menyuruhku menggenggam uang Rp 1000,- dan temanku menggenggam yang Rp 5000,-. Dalam hitungan detik, ia meminta kami membuka kepalan tangan. Ajaibnya, uang-uang itu telah bertukar tempat! Uang Rp 5000,- di tanganku dan uang Rp 1000,- di genggaman temanku. Aku tambah kagum bin nggumun. Baru kali ini aku menyaksikan sulap secara live.

Usut punya usut, ternyata si pesulap itu memang selalu mangkal di tempat makan itu pada hari-hari tertentu. Ia menampilkan atraksi dari meja ke meja secara gratis, tanpa memungut biaya! Aku merasa beruntung karena mejaku adalah salah satu meja terpilih. Kapan lagi aku melihat sulap secara langsung?

Lelaki berkulit gelap itu kemudian terus menampilkan berbagai atraksi. Mulai dari aksi mengeluarkan api dari dompetnya, sampai berbagai sulap menggunakan kartu remi. Kebeteanku dengan jamur balado langsung sirna, ikut tersulap oleh atraksinya.

Setelah merasa puas melihat ekspresi kagum di wajahku, lelaki itu akhirnya menutup perjumpaan dengan menyodorkan selembar kartu nama berwarna merah. Kubaca nama yang tertera. Dia bernama Jack Spearrow’s.

19 Comments

  1. starin sani |

    semua perbuatanmu kan emang gada yg bener we…
    btw, cheng2 po masuk nominasi FFI ya?
    selamat de.
    tar kalo kmu uda terkenal, jangan lupa sebut namaQ 3x tiap kmu nongol di infotainment…

    Reply

Leave A Comment