Starin Sani

0 comments

Dokter Kandungan: Pria atau Wanita?

Buat para wanita yang baru pertama hamil, mungkin masih bingung ya milih-milih dokter kandungan. Biasanya sih yang jadi pertimbangan saat milih dokter kandungan adalah reputasi si dokter, dan yang nggak kalah penting bagi sebagian orang adalah jenis kelamin si dokter.

Sejak awal kehamilan, aku sendiri lebih milih dokter kandungan wanita karena alasan kenyamanan. Kalau suami aku sih awalnya terserah aja, yang penting nanti pas proses persalinannya aku dan bayiku sehat serta selamat. Nah, cuman… waktu aku baca buku Saat Muslimah Hamil karangan Syaikh Musa Ahmad Olgar, di situ disebut bahwa ditangani dokter laki-laki merupakan perbuatan yang sangat bertentangan dengan aturan hijab dan sopan santun dalam Islam. Nah lho…

Masuk akal sih, melahirkan bayi kan harus memperlihatkan aurat, padahal aurat kita haram hukumnya dilihat laki-laki. Ada surat dan hadisnya:

“Apabila kamu meminta sesuatu kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS Al-Ahzaab:53)

“Wanita itu seluruhnya adalah aurat.” (HR Tirmidzi)

Tapi masih menurut buku itu, dalam keadaan darurat, ada perkecualian. Jadi misal ada wanita yang melahirkan dengan tidak normal, dan kalau ditangani bidan perempuan bisa berisiko kematian, maka dia boleh ditangani dokter laki-laki yang memang ahli. Tapi tetap, hukum dasarnya adalah haram ditangani dokter laki-laki. Jadi selama kehamilan kita normal, lebih baik kita pilih dokter kandungan perempuan.

Ingat, wanita memperoleh pahala yang besar pada saat hamil dan melahirkan. Nggak mau kan kita justru berisiko dosa di saat-saat penuh keberkahan ini? ;)

Anyway, buat para wanita yang lagi hamil, semoga diberi kemudahan yah selama hamil dan melahirkan nanti. :)

Leave A Comment