Starin Sani

interstellar
0 comments

Interstellar (2014)

My Rating: ★★★★
Genre: Adventure, sci-fi

interstellar

This is one of the most awaited movie of the year! Terbukti, tiga trailer Interstellar di YouTube masing-masing ditonton sampai jutaan penonton. Is this movie worth the wait?

Di film garapan Christopher Nolan ini, diceritakan bumi udah hampir nggak bisa ditinggali manusia. Kekurangan pangan di mana-mana, badai debu sewaktu-waktu. Cooper (Matthew McConaughey), seorang mantan pilot NASA pun terpaksa menjalani kehidupan sebagai petani.

Di rumah, putri Cooper yang bernama Murph (Mackenzie Foy) sering merasa ada ‘hantu’ di kamarnya yang berusaha menyampaikan pesan kepadanya. Saat masuk ke kamar Murph setelah terjadi badai debu, Cooper ternyata benar-benar menemukan pesan dari si ‘hantu’ yang membawanya ke kantor rahasia NASA yang dipimpin Profesor Brand (Michael Caine).

Dari situlah petualangan Cooper dimulai. Profesor Brand dan timnya berencana mencari planet baru yang bisa dihuni manusia. Bersama Amelia (Anne Hathaway), dua rekan lain, dan dua robot, Cooper pun berangkat ke luar angkasa menuju tiga planet yang potensial untuk ditinggali. Ketiga planet itu berada di luar tata surya, jadi mereka harus melewati wormhole untuk ke sana.

Film berdurasi 169 menit ini tentunya nggak dibuat Nolan tanpa dasar. Sepanjang film, kita akan disuguhi banyak teori fisika seperti teori relativitas dari Albert Einstein dan teori wormhole oleh Kip Thorne. Sekadar saran nih ya, mending pelajari dulu teori-teori fisika itu sebelum nonton Interstellar. :D Ada satu bagian di puncak film yang awalnya kupikir maksa, tapi ternyata setelah baca teori relativitas dan teori lima dimensi, semua jadi terasa make sense.

Dari segi jalan cerita sendiri, film ini suksesss banget mengaduk-aduk emosi kita. Jalan ceritanya nggak mudah ditebak. Tegangnya dapet, humor ada, nggak jarang juga kita dibikin hampir nangis. Beberapa pesan moral juga tersirat di film ini. Misalnya aja tentang orangtua yang akan menjadi ‘hantu’ bagi anaknya, juga tentang sangat berharganya waktu karena sejam di planet lain bisa jadi bertahun-tahun di bumi. Scoring yang oke dari Hans Zimmer melengkapi film ini menjadi sebuah paket yang josss.

Sayangnya, walaupun nyeritain tentang luar angkasa, tapi aspek visual Interstellar masih kalah aduhai dibanding Gravity, meski masih enjoyable. Kesimpulannya, nggak nyesel deh buat yang udah nungguin film ini bertahun-tahun! :D

Leave A Comment