Starin Sani

0 comments

NHW#2_Starin Sani : Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan

Beraaat banget yaa judulnya, hehe. Kayaknya saya nggak bakal bikin checklist beginian kalo bukan karena ada homework dari IIP. :D

Jadi ada tiga daftar indikator yang harus saya buat, yaitu sebagai individu, sebagai istri, dan sebagai ibu. Sebagai istri, apa sih indikatornya saya udah jadi istri yang bisa bikin suami bahagia? Sebagai ibu, apa sih indikatornya saya udah jadi ibu yang bisa bikin Hilya bahagia? Berdasar hasil perenungan dan tanya-jawab dengan suami (sayang Hilya belum bisa ditanyai), ini dia checklist yang insya Allah harus saya kerjakan paling tidak selama tiga bulan ke depan, demi menjadi seorang perempuan profesional (menurut ukuran saya). Setelah tiga bulan mungkin daftar ini bisa berubah, bisa juga masih sama, tergantung keadaan.

a. Sebagai individu

Karena manusia diciptakan untuk beribadah, jadi indikator yang ini tentunya saya buat nggak jauh-jauh dari ibadah, dan ada yang terkait juga dengan NHW#1 saya.

1. Pakai pakaian syari lengkap dengan kaos kaki saat ke ruang kerja suami (pas ada karyawannya) dan ke rumah tetangga (biasanya sering males).

2. Mendatangi kajian ilmu minimal dua kali dalam sebulan.

3. Membaca buku-buku parenting islami, yang udah dibeli tapi jarang dibaca itu, setiap hari.

Sebenernya masih ada satu lagi sih yang sifatnya jangka panjang, tapi kalo disebutin detail takut riya’, hehe. Intinya ada sesuatu yang ingin saya lakukan tahun ini, tapi cukup saya dan Allah aja yang tau.

b. Sebagai istri

Pas nanya suami tentang kriteria istri yang bikin dia bahagia, katanya yang ‘manut‘ alias nurut. Dan Alhamdulillahnya, menurut suami, saya udah banyakan nurutnya, hehe. Tapiii, ada satu hal yang kata suami mesti diperbaiki, yaitu seputar kerapian dan kebersihan rumah, heuheuheu. Kayaknya saya kebanyakan baca posting-an seputar IRT yang intinya mengatakan bahwa kerjaan rumah itu nggak ada habisnya, jadi nggak usah terlalu dipaksain, suami nggak akan marah kok kalo rumah sedikit berantakan. Padahal yaa, suami saya, yang kerja di rumah, mungkin bisa lihat sendiri kalo sebenernya saya punya waktu buat beresin rumah, tapi males, hihi. Jadiii, inilah checklist saya sebagai istri.

1. Menuruti apa pun perkataan suami, asal nggak bertentangan dengan agama. Kalopun lagi terpaksa nggak bisa nurut, sampaikan dengan lembut, jangan sampai suami marah atau nggak ridho.

2. Menyapu rumah setiap hari (ketauan deh jarang nyapu :p).

3. Membereskan mainan Hilya setiap malam setelah Hilya tidur.

c. Sebagai ibu

Berhubung Hilya belum bisa ditanyai, jadi untuk indikator yang ini saya cuma bisa mengira-ngira aja.

1. Kurangi ngomel-ngomel ke Hilya. Dalam sehari maksimal satu kali aja ngomelnya. Tiap mau ngomel, langsung tarik napas, istighar, senyum.

2. Kurangi pegang HP. Selama Hilya bangun, cek HP cukup sekali aja dalam satu jam, kecuali kalo ada yang bener-bener urgent (WhatsApp dari costumer nggak termasuk urgent loh ya).

Untuk saat ini sepertinya itu dulu yaa checklist-nya. Semoga bisa istiqomah menjalankannya.

Note : posting-an ini ditulis untuk memenuhi Nice Homework #2 di program matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP)

Leave A Comment