Starin Sani

the icon 3
0 comments

The Icon Grill Steak

Ada kabar gembira buat para pecinta steak di Jogja. Terhitung sejak 25 Juni kemarin, ada resto steak baru di sebelah barat terminal Condong Catur. Namanya The Icon Grill Steak.

Berhubung lagi demen makan steak, Selasa (26/8) kemarin aku sama suami nyobain makan di resto yang masih segrup dengan Waroeng Steak ini. Yap, dia emang masih segrup sama resto steak favorit kita semua ini, tapi kayaknya ditujukan untuk segmen yang lebih atas. #ifyouknowwhatimean

Dari segi tempat, The Icon Grill Steak lumayan luas dan nyaman. Dekornya bernuansa kayu dengan dinding yang dipenuhi quotes seputar steak. Dari segi menu juga lumayan beragam, nggak cuma menyediakan steak doang. Yang bikin happy, untuk menu steak-nya kita bisa pilih mau pakai kentang dan saus apa. Untuk kentangnya, kita bisa pilih antara french fries, baby potato, wedges potato, atau mashed potato. Sementara untuk sausnya ada empat pilihan, yaitu mushroom sauce, barbeque sauce, black pepper sauce, dan brown sauce.

the icon 3

the icon 1

the icon 2

Sebagai pembuka, aku dan suami pesan Icon Mix Grill (Rp 72 ribu) buat berdua. Icon Mix Grill ini terdiri dari lamb chop, beef, chicken, spaghetti, dan mix vegetables. Untuk kentang dan sausnya kami pilih french fries dan barbeque sauce. Begitu pesanan dateng, kami rada kecewa sih soalnya ternyata porsinya biasa aja, padahal di buku menu kelihatan gede, hahaha. Pas dicobain, ternyata lumayan enak meskipun kurang begitu juicy. Tapi giliran makan bagian lamb chop-nya… uhuk, alot bingittt. Aku sih kurang terlalu suka, tapi mungkin pecinta daging kambing bakal doyan.

icon mix grill

Masih lapar (mata), aku dan suami pesan Sirloin (Rp 62 ribu) dengan mashed potato dan saus black pepper. Yang ini juga lumayan yummy, walaupun ada beberapa bagian daging yang kurang empuk. Sebagai penutup, kami pesan Caesar Salad (Rp 16 ribu) yang terasa segar banget di mulut. Untuk minumnya kami pesan ice tea (Rp 5 ribu) aja yang murah meriah, hihihi.

sirloin

caesar salad

Overall, resto yang juga terdapat di Jakarta ini bisa jadi salah satu alternatif kalau kita lagi pengin makan steak. Meski cenderung mahal, tapi sebenarnya harga makanan di sini terbilang terjangkau mengingat daging steak-nya impor. Kalaupun lagi bokek, The Icon Grill Steak juga menyediakan steak belasan ribu ala Waroeng Steak gitu. Selamat makan steak! :D

The Icon Grill Steak
Barat Terminal Condong Catur

The-Bego-Ideas-for-college-students
0 comments

The Bego Ideas for College Students (2014)

My Rating: ★★★★
Genre: Ide
Author: Nadia Aghnia & Momo

The-Bego-Ideas-for-college-students

Beberapa bulan lalu aku pernah nge-review buku The Bego Ideas for Students. Udah kelihatan dari judulnya, The Bego Ideas for College Students adalah buku serupa yang ditujukan buat anak kuliah!

Seperti buku pendahulunya, buku ini juga berisi ide-ide bego yang kali ini cocok diterapkan untuk mahasiswa, mulai dari mahasiswa baru, mahasiswa nanggung, sampai mahasiswa bangkotan. Buat mahasiswa baru nih contohnya, ada survival tip ketika ospek, kiat gampang diingat senior, sampai top 6 alasan melakukan TA alias titip absen, hihihi.

Buat mahasiswa nanggung juga ada ide-ide kocak yang bisa bermanfaat, misalnya aja tip memilih beasiswa dan hunting pekerjaan part-time. Buat mahasiswa angkatan tua yang nggak lulus-lulus? Tenang, ada juga tipnya, mulai dari cara ngeles dari pertanyaan “kapan lulus?” sampai memilih judul skripsi yang oke. Lengkap, kan?

Masih menggandeng Adipagi sebagai ilustrator, buku setebal 187 halaman ini juga dilengkapi banyak gambar lucu dan menarik. Halaman dalam buku ini juga menggunakan warna dominan merah dan hitam, bikin makin nggak bosen bacanya.

Nah, tuh, silakan baca deh para mahasiswa, terutama mahasiswa baru yang masih buta dunia perkuliahan. Kalau udah lulus? Tunggu aja, bentar lagi bakal keluar The Bego Ideas for Fresh Graduates. Oke, sip!

0 comments

Dari Gani untuk Gaza

“Baguslah kalau dua-duanya menang, pendukungnya nggak bakal ribut-ribut lagi,” Pak Gani terkekeh melihat acara berita yang disiarkan televisi tabung 14 incinya. Sambil menonton, tangannya bergerak lincah menambal panci alumunium milik pelanggannya.

“Yee, Bapak nih gimana, sih? Katanya pengin keluarga kita tambah sejahtera? Berdoa biar capres pilihan kita menang, dong, Pak,” protes Laras, anak sulung Pak Gani. Matanya memandang bosan ke sekeliling rumah berukuran 3×4 meter mereka yang berlantai semen.

“Berdoa kan cukup dalam hati aja, Ras, nggak perlu diucapin keras-keras,” Pak Gani mengingatkan sambil tertawa.

“Ah, Bapak, nih, ketawa terus. Besok pagi nggak tahu mau makan apa juga Bapak tetep aja ketawa,” kali ini giliran Lidya, si bungsu, yang menyindir kelakuan bapaknya.

“Tenang aja, Lid, besok insya Allah kita bisa makan, kok. Alhamdulillah hari ini libur pilpres, ibu-ibu jadi banyak yang manggil Bapak buat benerin panci.”

“Asyiiik, besok Lidya mau makan ayam!”

“Laras juga!”

“Iya, boleh, boleh!” sambil tersenyum, Pak Gani meneruskan pekerjaannya.

Malam sudah semakin larut, tapi setumpuk panci masih mengantre untuk diperbaiki. Meski lelah, tak masalah. Bagi Pak Gani, yang penting kedua putrinya yang sudah remaja bisa makan setiap hari.

“Ya ampun,” komentar Laras tiba-tiba, matanya menatap layar kaca dengan ngeri. Di sebelahnya, Lidya memasang ekspresi yang sama. Acara breaking news di televisi tengah menampilkan serangan Israel ke Gaza. Pak Gani seketika menghentikan kegiatannya, ikut memperhatikan siaran berita dengan prihatin. Sebuah roket tampak menghantam dan meledakkan apartemen, puluhan orang diberitakan tewas. Dalam hati Pak Gani mendoakan warga Gaza agar selalu berada dalam lindungan-Nya.

***

“Makasih, ya, Pak,” seorang ibu berperawakan tambun menyerahkan uang sepuluh ribu rupiah sambil menerima panci dari Pak Gani.

“Sama-sama, Bu, makasih,” dengan wajah berseri-seri Pak Gani memasukkan uang itu ke saku baju putihnya yang sudah mulai berubah warna.

Itu tadi panci terakhir yang harus ia kembalikan kepada pemiliknya. Hari sudah semakin sore, sekarang saatnya pulang. Dengan hati-hati, Pak Gani mengayuh sepeda onthel-nya ke arah permukimannya. Tak kurang lima panci bergelantungan di sepeda tua itu, menunggu direparasi malam ini. Atau mungkin besok pagi. Pak Gani ingat telah berjanji akan mengajak kedua putrinya makan ayam setelah pulang nanti.

Di tengah perjalanan, tak sengaja mata Pak Gani menangkap sebuah spanduk yang dibentangkan di depan ruko. ‘Posko Penggalangan Bantuan untuk Gaza’, begitu tulisan di spanduk itu. Seketika hati nurani Pak Gani terketuk, sekaligus bimbang. Ia melirik segulung uang di saku bajunya. Berpikir, menimbang-nimbang.

“Maaf, ya, Ras, Lid,” ucapnya akhirnya begitu melihat wajah kedua putrinya di rumah.

Samar-samar terbit senyum di pipi Laras dan Lidya.

“Nggak pa-pa kok, Pak. Laras bangga punya ayah kayak Bapak,” Laras langsung memeluk tubuh kurus Pak Gani, diikuti Lidya.

alive 2
3 comments

ALIVE Fusion Dining

Resto di Jalan Timoho ini udah buka sekitar setahun, tapi aku dan suami baru sempat ke sana Sabtu (9/8) malam kemarin.

Dari luar, ALIVE Fusion Dining udah terlihat menarik dengan dekornya yang bernuansa kayu. Apalagi begitu masuk, rasanya setiap sudut udah didesain sedemikian rupa agar mirip warung koboi Amerika jaman dulu. Tapi tentunya desain interior resto ini lebih modern dan lucu, dilengkapi dengan inspiring quotes di dinding dan pohon yang digantungi lampion-lampion.

Walaupun dari luar kelihatannya ramai, tapi tenang aja karena resto berpencahayaan remang-remang ini cukup luas, kok. Ada tiga lantai yang bisa kita pilih. Setelah ‘tur’ dari lantai satu ke lantai paling atas yang konsepnya outdoor, akhirnya kami memutuskan buat makan di lantai satu karena tempat duduknya lebih nyaman. :D

alive

alive 2

Untuk menunya lumayan komplit, mulai dari makanan nusantara, Asian, sampai Western, semuanya ada. Sebagai pembuka, aku pesan Lasagna (Rp 23 ribu) dan Hot Chocolate Tiramisu (Rp 22 ribu). Untuk lasagna-nya enak, sih, tapi ada rasa aneh yang lumayan kuat, walaupun nggak terlalu mengurangi kelezatannya. Pas lasagna-ku udah mau habis, baru deh aku lihat ada semacam daun salam di dalam pastaku itu. Mungkin karena konsep restonya fusion, jadi ALIVE berusaha memasukkan cita rasa Indonesia ke dalam makanan tradisional Italia itu dengan memasukkan bahan-bahan khas nusantara. Sementara itu untuk Hot Chocolate Tiramisu-nya endul bingittt, rasanya perfect di lidah dan tenggorokanku yang lagi sakit. ;)

lasagna

drinks

Masih belum kenyang, aku dan suami pesan seporsi Chicken Piccata (Rp 21 ribu) buat berdua. Bentuknya semacam fillet ayam yang digoreng, rasanya mirip ayam KFC walaupun lebih lembut dan yummy. :p Kami juga pesan Gold Steak Sirloin (Rp 59 ribu) buat berdua, yang menjadi makanan penutup sempurna kami malam itu. Porsinya lumayan besar, daging steak-nya yang juicy disajikan bersama mashed potato yang gurih. Walaupun menurutku rasanya sedikit terlalu asin, tapi menu ini lumayan setimpal sama harganya.

steak

As a conclusion, resto yang buka dari pagi sampai malam ini lumayan recommended walaupun harganya sedikit mahal untuk ukuran tempat makan di Jogja.  ;)

ALIVE Fusion Dining
Jalan Timoho no. 49 A

Pantai Menganti
0 comments

Pantai Menganti

Kebumen juga punya pantai berpasir putih, lho! Namanya Pantai Menganti.

Mumpung lagi mudik ke Kebumen, kemarin (30/7) aku dan keluarga nyempetin buat berwisata ke pantai ini. Pantai Menganti letaknya sekitar 30 menit dari Pantai Suwuk ke arah Cilacap. Jalan menuju ke sana emang rada susah, sih, naik-turun meliuk-liuk kayak jalan menuju pantai-pantai di Gunungkidul gitu. But it’s worth it, karena pemandangan yang ditawarin Pantai Menganti bener-bener indah!

Sebelum mencapai pantai, kita bisa lihat view pantai dari atas tanpa harus susah-susah manjat tebing. Dan pemandangan itu bener-bener cantik banget. Awesome. Breathtaking. Setel kamera smartphone-mu ke mode panorama buat menangkap tiap inci keindahannya. *mulai lebe, hahaha

Untuk masuk ke objek wisata yang belum banyak terjamah orang ini, kita dikenakan biaya Rp 6 ribu per orang. Di pantainya sendiri, selain perahu-perahu nelayan, banyak juga perahu yang disewakan untuk para pengunjung. Warung makan untuk melepas lelah sembari menikmati es kelapa muda juga ada.

Buat yang hobi berenang di laut, harus tahan diri, ya! Soalnya di pantai ini banyak batu-batuannya, jadi bahaya buat berenang. But still, Pantai Menganti adalah salah satu tempat tujuan wisata yang recommended buat para pecinta pantai!

Pantai Menganti

Pantai Menganti

Pantai Menganti

Pantai Menganti

Perahu Pantai Menganti

Pantai Menganti

Pantai Menganti

Pasir Pantai Menganti

Pages:«1...78910111213...60»