Starin Sani

2 comments

My Second Trimester

Alhamdulillah, nggak kerasa trimester kedua udah berhasil kulewati. :D

Bener kata orang, bulan keempat sampai keenam ini emang masa kehamilan yang paling enak. Perut udah nggak mual-mual, badan juga masih enak dipake jejingkrakan gerak. Tapi tetep, trimester kedua ini terasa spesial dan amazing. Ini dia beberapa hal yang kualami selama trimester kedua.

- Pendarahan!

Aku pikir, setelah trimester pertama lewat, berarti masa rawan juga udah lewat. BIG NO! Aku yang sebelumnya nggak pernah pendarahan, justru mengalami pendarahan pertama di bulan keempat. Setelah diperiksain, ternyata letak plasentaku agak di bawah, jadi emang lebih rawan buat pendarahan. Tapi seiring dengan membesarnya usia kehamilan, plasenta ini bisa naik. Dan alhamdulillah, itulah yang terjadi.

Tips: penyebab pendarahan bisa beda-beda, umumnya karena kecapekan. Tapi tetep, yang namanya pendarahan nggak boleh disepelein. Kalau sampai keluar darah pas lagi hamil, segera periksa ke dokter buat tau penyebabnya.

- Perut mulai membesar

Entah aku yang kurus atau gimana, tapi selama trimester pertama perutku cuma membuncit dikit. Baru di bulan keempat, perut mulai membesar dan celana-celana mulai nggak cukup. Di bulan inilah aku beli pakaian-pakaian khusus ibu hamil, biar lebih nyaman dipakenya.

- Ngerasain gerakan bayi

Aku lupa kapan tepatnya, tapi kayaknya sih di bulan keempat jalan kelima, aku mulai ngerasain gerakan bayi di dalam perut. :) Awalnya ragu, kirain perutku laper atau gimana, tapi lama-lama kita pasti bisa ngerasain kok kalau itu gerakan bayi. Makin hari, gerakannya makin sering dan keras. Rasanya campur aduk, antara seneng, tapi yaa gitu deh rasanya kalau perut ditendang-tendang dari dalem. :p

Tips: kata dokterku, normalnya bayi gerak 10 kali dalam 12 jam. Satu rentetan gerakan (misal dalam sepuluh menit dia gerak terus), itu diitungnya satu gerakan. Kalau geraknya kurang dari 10 kali dalam 12 jam, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

- Suntik TT

Pas kontrol di bulan kelima, dokterku tiba-tiba nyuruh suntik TT. Ternyata selama kehamilan, penting buat suntik TT untuk melindungi bayi dari tetanus saat proses persalinan nanti. Suntik TT ini dilakukan dua kali, kalau aku sih jaraknya sebulan antara suntik TT yang pertama dan kedua.

Tips: habis suntik TT yang pertama, rasanya tangan ini pegeeel banget! Dua hari baru ilang. Yah, aku cuma bisa bilang, “sabar yah,” kekeke. Untungnya habis suntik TT yang kedua, rasanya nggak sepegel yang pertama.

- Tau jenis kelamin bayi

Saat kontrol di bulan kelima itu juga, dokter ngasih tau kalau bayiku perempuan. :) Ternyata udah bisa dilihat lewat USG, walaupun emang bisa aja salah. Pas bulan keenam kontrol lagi, dokternya masih bilang jenis kelamin bayiku cewek. Yah, mau cewek atau cowok, aku sih tetep bersyukurrr.

- Wasir

Uhuk, rada malu nulisnya. Di bulan kelima jalan keenam, aku sempet dua kali berak berdarah alias wasir. Sempet panik, kirain itu darah dari plasenta atau apa, tapi kata dokterku itu wasir. Pas aku browsing, ternyata ibu hamil emang lebih rawan terkena wasir.

Tips: banyak minum air putih, banyak makan makanan berserat, jangan keseringan duduk.

Sekarang aku udah masuk trimester ketiga, semoga aja terus diberi kemudahan dan kesehatan sampai hari H persalinan, amiiin. :)

0 comments

My 27th Birthday Note

Uhuk, syedih deh pas ngetik judulnya, tau-tau aku udah umur 27 aja. :| Tapi, posting-an berisi target setahun ke depan tetap harus dibikin!

Untuk targetku di usia 26 sendiri ada tiga, semua tercatat di sini. Alhamdulillah, cuma satu yang tercapai dengan sempurna, hahaha, yaitu get married. Untuk hal nabung buat DP rumah, errr, gagal total. Apalagi aku sempet nyetop sementara semua kerjaan freelance gegara lagi kurang fit pas hamil muda. Yang ada duit di tabungan berkurang muluuu, nggak nambah-nambah. Terus target terakhir, yaitu publish my own book, sebenernya di umur 26 kemarin aku sempat menulis dua buku yang diterbitkan, tapi nulisnya rame-rame (ada yang berdua, ada yang bertiga). Jadi aku kurang sreg kalau mengatakan target yang ini udah tercapai.

Oke, yang lalu biarlah berlalu. Sekarang aku mau bikin target yang semoga bisa kucapai selama setahun ke depan. Hmm… tapi apa ya? Hahahaha. Well, pada intinya sih aku pengin jadi a better wife aja buat suamiku. Yang sebelumnya nggak pernah masakin, pengin nyoba masakin. Yang sebelumnya nggak pernah nyuciin baju, mau mulai nyuciin. Ya gitu-gitu deh. Terusss aku masih penasaran aja pengin merealisasikan target tahun lalu yang belum tercapai, yaitu publish my own bookKalau target seputar finansial nggak usah dululah ya, karena tahun ini aku mau punya baby, pasti pengeluaran bakal banyak bet.

I think that’s all, dua target aja udah cukup susye, hahaha. Semoga dilancarkan untuk merealisasikannya, amiiin.

Happy birthday to me, by the way. ;)

twenty-seven-thirty-getting-old-birthday-ecards-someecards

Err…

0 comments

Dokter Kandungan: Pria atau Wanita?

Buat para wanita yang baru pertama hamil, mungkin masih bingung ya milih-milih dokter kandungan. Biasanya sih yang jadi pertimbangan saat milih dokter kandungan adalah reputasi si dokter, dan yang nggak kalah penting bagi sebagian orang adalah jenis kelamin si dokter.

Sejak awal kehamilan, aku sendiri lebih milih dokter kandungan wanita karena alasan kenyamanan. Kalau suami aku sih awalnya terserah aja, yang penting nanti pas proses persalinannya aku dan bayiku sehat serta selamat. Nah, cuman… waktu aku baca buku Saat Muslimah Hamil karangan Syaikh Musa Ahmad Olgar, di situ disebut bahwa ditangani dokter laki-laki merupakan perbuatan yang sangat bertentangan dengan aturan hijab dan sopan santun dalam Islam. Nah lho…

Masuk akal sih, melahirkan bayi kan harus memperlihatkan aurat, padahal aurat kita haram hukumnya dilihat laki-laki. Ada surat dan hadisnya:

“Apabila kamu meminta sesuatu kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS Al-Ahzaab:53)

“Wanita itu seluruhnya adalah aurat.” (HR Tirmidzi)

Tapi masih menurut buku itu, dalam keadaan darurat, ada perkecualian. Jadi misal ada wanita yang melahirkan dengan tidak normal, dan kalau ditangani bidan perempuan bisa berisiko kematian, maka dia boleh ditangani dokter laki-laki yang memang ahli. Tapi tetap, hukum dasarnya adalah haram ditangani dokter laki-laki. Jadi selama kehamilan kita normal, lebih baik kita pilih dokter kandungan perempuan.

Ingat, wanita memperoleh pahala yang besar pada saat hamil dan melahirkan. Nggak mau kan kita justru berisiko dosa di saat-saat penuh keberkahan ini? ;)

Anyway, buat para wanita yang lagi hamil, semoga diberi kemudahan yah selama hamil dan melahirkan nanti. :)

insurgent
0 comments

Insurgent (2015)

My Rating: ★★★★
Genre: Science-fiction, adventure

insurgent

Selain trilogi The Hunger Games, The Divergent Series juga termasuk film yang kutunggu-tunggu! Kabar gembira untuk kita semua, film kedua dari The Divergent Series, yaitu Insurgent, udah mulai tayang di bioskop sejak 20 Maret kemarin.

Meneruskan cerita di Divergent (2014), dikisahkan Tris (Shailene Woodley) dan Four (Theo James) kabur ke faksi Amity setelah ketahuan bahwa mereka Divergent. Tapi pemimpin faksi Erudite, Jeanine (Kate Winslet), terus mencari para Divergent, karena dia punya kotak dari para pendiri kota yang hanya bisa dibuka oleh kaum Divergent.

Tris dan Four pun melarikan diri lagi ke wilayah kaum Factionless, alias kaum yang nggak masuk ke dalam lima faksi yang ada. Pasangan kekasih ini juga sempat pergi ke faksi Candor, namun lagi-lagi harus bertemu dengan anak buah Jeanine yang sedang memburu para Divergent. Dengan menggunakan sebuah alat, anak buah Jeanine pun mengetahui bahwa Tris ternyata adalah orang yang mereka cari. Soalnya, rupanya tak sembarang Divergent bisa membuka kotak dari para pendiri kota.

Dari segi jalan cerita, emang cukup bikin penasaran yah, sebenarnya apa sih isi kotak dari para pendiri kota? Dari segi visual, film yang diangkat dari novel Veronica Roth ini juga menarik. Ditambah lagi, sang pemeran utama Shailene Woodley berakting keren di film berdurasi 119 menit ini. Dengan potongan rambut pendek, aktris yang juga membintangi The Fault in Our Stars (2014) ini terlihat cukup tangguh dan jago bela diri. Dibanding Divergent, Insurgent memang menyajikan adegan berantem yang lumayan banyak.

Untuk cerita cinta antara Tris dan Four sendiri, udah nggak terlalu jadi fokus cerita, sih. Cuman, sempat ditampilkan adegan ranjang di antara mereka yang menurutku kurang penting. Satu lagi yang bikin aku kurang sreg, emm (awas rada spoiler)… isi kotaknya itu ternyata… aw aw, ya gitu deh, menurutku agak aneh aja ternyata tujuan para pendiri kota mendirikan kota itu.

Overall sih, film garapan sutradara Robert Schwentke ini lumayan menarik ditonton. Selamat menanti film kelanjutannya, Allegiant – Part 1, yang rencananya bakal dirilis 18 Maret 2016!

2 comments

My First Trimester

Woohooo! Tahun 2015 udah berjalan sebulan lebih, tapi aku baru bisa posting tulisan sekarang. Pastinya ada sebabnya dong, yaitu karena… thanks God I’m pregnant! x)

Banyak orang bilang, trimester pertama itu masa paling nggak enak selama kehamilan. Tubuh mulai mengalami perubahan dengan hadirnya ‘si adek’, dan perubahan itu sedikit banyak membuat calon ibu merasa kurang nyaman. Di sini aku mau share apa aja yang kurasain selama trimester pertama kemarin, semoga para calon ibu yang baca jadi ngerasa nggak sendiri dan tetap semangat menjalani trimester pertama.

- Mual & muntah

Udah jadi pengetahuan umum, ibu yang hamil muda rata-rata mengalami mual dan muntah. Tapi ternyata pas aku ngerasain sendiri, tetep aja rada syok! Bener-bener jadi picky deh soal makanan. Salah pilih makanan, bisa mual. Untuk muntahnya sendiri awalnya cuma sesekali aja. Tapi pas daya tahan tubuhku lagi drop, wiiihh… muntahnya parah.  Tiap makan, dimuntahin. T.T Ditambah lagi, kalau muntah gitu suka kepikiran bayinya. Kasian si adek kalau perutku kosong. Stresnya langsung maksimalll deh.

Tips: jangan sampai perut kosong, karena bisa bikin mual. Jadi makannya dikit-dikit aja tapi sering. Kata dokterku, minimal tiga jam sekali harus diisi perutnya. Kalau udah terlanjur muntah, tetep usaha terus dimakanin. Nggak usah yang berat-berat, coba diisi puding dulu. Kalau perut udah agak enakan, baru makan yang agak ngenyangin. Harus tetep semangat!

- Lemas, gampang capek

Baru berdiri atau jalan kaki bentar aja, rasanya udah capek. Untungnya aku nggak kerja kantoran. Nggak bisa bayangin deh harus beraktivitas seperti biasa pas lagi hamil muda.

Tips: kalau capek ya istirahat. :p

- Gampang kena flu

Dingin dikit langsung bersin-bersin, terus meler deh. Sempet panik awalnya, karena pas baca-baca di internet, katanya flu itu bisa bahaya buat kandungan. Aku pun sampai dua kali ke rumah sakit gara-gara khawatir. Pas pertama ke rumah sakit, dikasih obat Demacolin sama vitamin. Langsung sembuh sih, tapi pas flu lagi seminggu kemudian, obat udah diminum sampai habis tetep aja belum sembuh. :(

Tips: pas ke rumah sakit untuk kedua kalinya, dokter yang ini nggak ngasih obat. Dia justru nyaranin minum vitamin C dosis tinggi yang dijual di pasaran, semacam CDR. Katanya aman kok buat ibu hamil. Dan ternyata benerrr, langsung sembuh! Karena flu itu sejatinya tergantung pada daya tahan tubuh kita. Untuk pengaruh flu pada janin sendiri, menurut si dokter, memang ada kalau usia kandungan masih di bawah tiga bulan. Misalnya aja bayi yang awalnya kedengeran detak jantungnya, bisa jadi nggak kedengeran lagi akibat flu. Tapi alhamdulillah adek bayiku sehattt. :)

- Nggak tahan lihat komputer/laptop

Nah, ini dia kenapa aku lama nggak ngeblog, hahaha. Rada repot juga sih karena kerjaanku sangat bergantung pada komputer/laptop. Tapi ya mau gimana lagi, tiap habis ngerjain sesuatu di laptop, langsung muntah. Heran juga sih kenapa aku begini, perasaan temenku banyak yang bisa tetep kerja di depan kompi deh meski lagi hamil.

Tips: nggak ada tips, semua kerjaan freelance-ku untuk sementara kustop. :|

- Peka sama bau

Mendadak jadi nggak suka bau sabun dan parfum yang selama ini dipakai. Kalau nyium bau apa pun yang menyengat, rasanya langsung mual.

Tips: ganti sabun pakai sabun bayi atau sabun yang baunya nggak menyengat dan bebas dari bahan kimia. Nggak usah pakai parfum kalau nggak perlu-perlu amat.

- Males-malesan

Sebelum hamil juga aku dasarnya males sih, tapi jadi lebih akut lagi pas hamil, hahaha. Mau mandi males, mau dandan males.

Tips: harus dipaksain biar nggak males, hahaha. Walaupun males beraktivitas, paling nggak harus nyempetin diri buat jalan kaki minimal sekali dalam seminggu, biar tubuhnya gerak, biar sehat.

- Gampang nangis

Yah, macem lagi PMS gitulah, hati ini sensitif banget rasanya. Terus kadang ada kekhawatiran berlebih juga sama kondisi baby, gara-gara ngerasa belum ngasih yang terbaik. Belum makan bergizi, bahkan makannya aja cuma dikit. Pas makan di luar, eh ada yang ngerokok di sekitar. Suka ada kucing yang ke rumah, padahal katanya ibu hamil itu bahaya kalau melihara kucing. Ya yang gitu-gitu deh, yang ujung-ujungnya bikin khawatir terus nangis.

Tips: ya kalau lagi pengin nangis sih dikeluarin aja. Tapi habis itu coba buat pikir solusinya, coba lihat segala sesuatu dari segi positifnya. Kalau kita stres, kasian adeknya. ;)

Kurang lebih itu yang aku rasain selama trimester pertama. Sekarang aku udah masuk trimester kedua, tapi sebagian besar poin-poin di atas masih kualamin. :D Alhamdulillahnya sih udah lumayan bisa lihat laptop, jadi nggak terlalu bosen di rumah.

Yah, apa pun yang kita alami selama hamil, selalu bersyukur. Banyak wanita di luar sana yang pengin mengalami apa yang kita rasain. Dan bagi calon ibu yang muslim, disebutkan dalam sebuah hadis, wanita yang mengandung dari suaminya akan menerima pahala seimbang dengan orang yang berpuasa di jalan Allah dan menghabiskan waktu malamnya dengan beribadah. Jadi bergembira dan bersabarlah karena insya Allah kita menerima pahala yang besar. Amiiin. x)

Pages:«1...78910111213...63»