Starin Sani

IKEA 1
0 comments

IKEA Indonesia

Setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya the world’s largest furniture retailer IKEA resmi membuka cabangnya di Indonesia, Rabu (15/10) lalu. Kebetulan banget, Minggu (19/10) kemarin aku ada acara di Tangerang. Ya udah sekalian aja aku mampir ke IKEA Indonesia yang terletak di kawasan Alam Sutera, Tangerang.

Pas mau ke sini, aku denger dari saudaraku kalau mau parkir di IKEA itu susah bangeeet, saking banyaknya pengunjung. Nggak sedikit yang sampai harus parkir berpuluh-puluh meter jauhnya dari IKEA. Tapi untunglah, pas aku ke sini sekitar jam 8 malam, parkirannya yang berkapasitas 1.200 mobil itu udah lumayan ‘kosong’, walaupun ya tetep aja rame. Gedung dua lantai toko furnitur asal Swedia yang luas banget ini sampe kerasa penuh!

IKEA 1

Begitu masuk, pengunjung langsung diarahkan ke lantai dua buat ngelihat-lihat furnitur yang lucu-lucu bangeeet! Mungkin udah pada tahu ya, salah satu daya tarik IKEA adalah cara mereka men-display produk. Barang-barang mereka seperti tempat tidur, sofa, meja, lemari, jam meja, semuanya disusun ke dalam ruang-ruang mini. Jadi selain lihat produk yang keren-keren, kita juga bisa sekalian dapat inspirasi buat menata interior rumah kita! Yang paling keren, nih, aku sempet lihat ada ‘rumah’ seluas 55 meter persegi di dalam IKEA. Kelihatannya sempit emang, tapi begitu kita masuk ke dalamnya, ternyata ruang sesempit itu bisa kerasa nyaman asal kita pintar menata perabotnya! Sayang nih, gara-gara saking banyaknya pengunjung, display produk di showroom lantai dua IKEA ini banyak yang kelihatan berantakan. Barang-barang kayak bantal dan selimut udah nggak tertata rapi lagi.

IKEA 2

IKEA 3

IKEA 4

IKEA 5

IKEA 6

IKEA 8

IKEEA 7

Setelah puas keliling-keliling lantai dua, aku turun ke lantai satu. Di lantai ini ada banyak pernak-pernik rumah, kayak peralatan dapur dan frame foto. Di lantai ini pula ada area pengambilan barang dan kasir. Konsep belanja di IKEA emang cukup beda dibanding toko furnitur lain. Di sini pengunjung diajak buat mandiri, jadi mulai dari ambil, bawa pulang, sampai merakit produk, semuanya dilakukan sendiri. Bisa juga sih kalau mau pakai jasa dari IKEA, tapi dikenai biaya tambahan.

IKEA 9

Kalau dilihat dari segi harga, emang sih produk-produk di IKEA agak mahal, tapi masih sebelas-dua belaslah sama harga di Informa. Buat yang nggak mampu males beli barang mahal, tetep nggak ada ruginya kok ke sini. Soalnya ya itu, produknya lucu-lucu banget, bisa jadi inspirasi menata rumah! IKEA juga isinya nggak melulu furnitur, ada juga restoran dan area bermain anak yang bikin tempat ini cocok banget buat jalan-jalan bareng keluarga. Kalau tertarik dateng tapi kebetulan nggak tinggal di Tangerang dan sekitarnya, silakan lihat-lihat dulu katalognya di sini. :)

IKEA Indonesia
Jalan Jalur Sutera Boulevard no. 45, Alam Sutera, Serpong, Tangerang

Istana bla bla bla
0 comments

Istana Bla Bla Bla (2014)

My Rating: ★★★
Genre: Fiksi Biografis
Author: Wisnu Nugroho

Istana bla bla bla

Era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) udah hampir berakhir. Pengin tau hal-hal nggak penting yang terjadi selama dua periode pemerintahan beliau (2004-2014)? Jawabannya ada di buku Istana Bla Bla Bla!

Buku yang ditulis Wisnu Nugroho, redaktur politik Kompas, ini terdiri dari tiga bagian, yaitu Bla, Bla Bla, dan Bla Bla Bla. :D Masing-masing bagian terdiri dari belasan cerita pendek seputar hal-hal ‘remeh’ yang pernah terjadi di Istana Merdeka, kediaman sekaligus kantor Presiden Indonesia. Meski tampaknya remeh, tapi dari cerita-cerita itu kita tetap bisa melihat hal-hal penting yang terjadi selama pemerintahan SBY plus persoalan yang dihadapi negeri ini. Pembahasannya sama sekali nggak berat, Mas Inu kerap menyelipkan sindiran yang membuat kita tersenyum membacanya.

Salah satu cerita yang aku suka berjudul Lima Kali, Terakhir Karena Korupsi. Bab itu dibuka dengan pemaparan persoalan yang sering dihadapi keluarga muda, yaitu susah nyari pembantu. Nyari pembantu rumah tangga aja sulit, apalagi pembantu presiden alias menteri? Mas Inu lalu menjabarkan lima perombakan kabinet yang terjadi selama dua periode pemerintahan SBY. Di akhir bab, Mas Inu kembali menyambungkannya dengan persoalan mencari pembantu rumah tangga. Berikut ini kutipannya.

“Kompetensi dalam perjalanan bisa dipelajari. Tak percaya, coba tanya keluarga-keluarga muda yang tiap tahun menghadapi persoalan yang sama, yaitu ditinggal pergi pembantu dan harus mencari lagi. Keluarga-keluarga muda ini tidak mencari kompetensi, tapi kesetiaan dari para pembantu-pembantunya. Pak Beye tampaknya juga seperti ini.”

Selain itu, masih banyak bab menarik lain, misalnya aja Septic Tank adalah Bukti yang menceritakan meluapnya septic tank di kantor Presiden saking seringnya diadakan rapat. Ada juga Sayembara Berburu Kucing yang mengisahkan banyaknya kucing liar yang memilih tinggal di kawasan Istana Merdeka karena tempat ini sering mengadakan jamuan makan.

Tak hanya ceritanya saja yang menarik, buku ini juga dilengkapi ilustrasi kocak oleh Didie SW. Di akhir era kepemimpinan SBY ini, nggak ada salahnya kita baca buku Istana Bla Bla Bla ini. Yah, itung-itung untuk mengenang masa-masa saat publik masih menaruh harapan besar terhadap presiden yang baru terpilih. ;)

starin
0 comments

Grilled Steak with Barbecue Sauce

Pas Idul Adha kemarin, aku sama suami nyoba bikin steak pake daging sapi hasil kurban. Ternyata hasilnya lumayan enak! Berhubung ada beberapa temen yang pengin tau resepnya, jadi aku mau share di sini. Simpel banget, kok!

Bahan:

- Potongan daging sapi (ukuran bebas sesuai selera)

- Saus Barbeque Del Monte (bisa didapatkan di supermarket/minimarket)

Cara Membuat:

1. Rebus potongan daging sapi selama kurang lebih setengah jam.

2. Rendam potongan daging sapi yang telah direbus ke dalam Saus Barbeque Del Monte selama minimal satu jam.

3. Panggang potongan daging sapi itu dengan grill hingga warnanya berubah kecokelatan.

4. Grilled Steak with Barbecue Sauce siap dihidangkan.

Agar lebih nikmat, sajikan Grilled Steak with Barbecue Sauce bersama kentang goreng dan selada, bisa juga ditaburkan lada hitam di atasnya. Jangan lupa juga tambahkan saus sambal dan mustard untuk memperkaya rasa. Selamat mencoba!

starin

Begin Again
0 comments

Begin Again (2014)

My Rating: ★★★★
Genre: Drama, music

 

Begin AgainFilm drama musikal satu ini pasti udah ditunggu-tunggu banget sama fans-nya Adam Levine. Ya, Begin Again emang jadi debut film vokalis Maroon 5 ini. Gimana hasilnya?

Well, sebenernya di film ini Adam Levine nggak jadi tokoh yang utama-utama banget, sih. Tau kan maksudnya? Hahaha. Jadi cerita di film yang ber-setting di New York ini lebih berpusat pada Gretta (Keira Knightley), seorang songwriter yang galau karena diselingkuhin pacarnya, Dave Kohl (Adam Levine). Gretta yang patah hati kemudian diajak temannya ke bar dan tampil membawakan salah satu lagu ciptaannya. Penampilannya ini kebetulan dilihat oleh Dan Mulligan (Mark Ruffalo), seorang produser. Dan pun menawari Gretta untuk membuat album. Dave Kohl alias Adam Levine sendiri di sini diceritakan sebagai penyanyi yang lagi naik daun.

Jalan cerita film garapan John Carney yang juga pernah menyutradarai Once ini emang cukup simpel. Tapi dengan alur maju-mundur yang nggak ngebingungin, film berdurasi 104 menit ini tetap menarik ditonton sampai akhir. Satu lagi yang jadi daya tarik film Begin Again, yaitu lagu-lagunya! I love all songs in this movie! Mulai dari A Step You Can’t Take Back, Tell Me if You Wanna Go Home, Like a Fool, sampai Lost Stars. Kebanyakan lagunya diciptain oleh Gregg Alexander, songwriter yang juga nyiptain lagu Someday We’ll Know yang dipopulerkan Mandy Moore. Ah ya, di film ini Adam Levine emang berakting untuk pertama kalinya, tapi jangan lupa, Keira Knightley juga bernyanyi untuk pertama kalinya. Walaupun vokalnya nggak istimewa-istimewa banget, but it works!

Great music, great story. One word for this movie: lovely.

Redmi 1S
0 comments

Hands-On Xiaomi Redmi 1S

Merek ponsel yang disebut-sebut sebagai Apple-nya Cina ini akhirnya masuk ke Indonesia! Redmi 1S pun dipilih sebagai produk pertama Xiaomi yang dijual di negara kita dan bisa dibeli secara online lewat sistem flash sale di Lazada.

Setelah meluangkan waktu hampir satu jam karena web Lazada sempet down, akhirnya aku berhasil jadi satu dari 5.000 orang beruntung yang ngedapetin Redmi 1S di flash sale pertama. Beli hari Kamis (4/9), barangnya udah nyampe Jumat (5/9) sore! Ini dia kesan-kesanku setelah kurang lebih tiga minggu memakai Redmi 1S.

Desain

Bisa dilihat di foto, bentuk Redmi 1S cukup oke, nggak malu-maluinlah buat ditenteng-tenteng. Murah, tapi nggak kelihatan murahan. Pas digenggam juga mantep. Dengan besar layar 4.7 inci, ukuran Redmi 1S juga nggak kegedean di tangan.

Redmi 1S

User Interface

Redmi 1S pake sistem operasi MIUI versi 5 atau setara Android 4.3 Jelly Bean. Tapi tampilan antarmukanya agak beda dengan ponsel Android kebanyakan, malah mirip-mirip iOS. Simpel, elegan.

UI redmi 1S

Performa

Nah, ini yang canggih. Walaupun harganya cuma Rp 1.499.000, Redmi 1S udah pake prosesor quad-core Snapdragon 400 dengan kecepatan 1.6 GHz dan RAM 1 GB. Jadi lumayan responsif, buat nge-game juga mulus. Waktu itu aku pernah nyoba motret pake Redmi 1S sama Samsung Galaxy Grand Duos secara bersamaan. Ternyata Redmi 1S lebih cepet responsnya. Aku pernah juga ngetes benchmark-nya pake aplikasi AnTuTu Benchmark, ternyata skornya mencapai 21092, lebih tinggi daripada Samsung Galaxy Grand Duos yang harganya lebih mahal.

Screenshot_2014-09-06-10-16-54

Kamera

Dengan resolusi kamera belakang 8 MP dan kamera depan 1.6 MP, Redmi 1S udah cukup mumpuni buat jeprat-jepret. Fiturnya juga cukup lengkap, salah satunya yang cukup unik adalah kemampuannya buat nge-scan QR code. Kalau kita aktifkan Advanced Mode, lebih banyak lagi pengaturan yang bisa dilakukan, di antaranya pengaturan ISO mulai dari 100 sampai 1600. Berikut ini hasil foto pake Redmi 1S di dalam ruangan.

IMG_20140925_163652

Baterai

Kalau buat pemakaian normal sih, Redmi 1S yang dibekali baterai berkapasitas 2000 mAh ini bisa tahan kira-kira 24 jam. Waktu itu malah pernah bertahan sampe lebih dari sehari, tapi emang pas itu lagi jarang kupake buat nge-game. Oh iya, ngomongin soal nge-game, bagian belakang Redmi 1S cepet panas kalau dipake nge-game kelamaan. :(

FAQ

Buat yang barusan bingit beli Redmi 1S dan masih belum terlalu menguasai, ini jawaban dari beberapa pertanyaan yang mungkin muncul di benak kita.

Gimana cara melihat aplikasi yang sedang berjalan? Tekan lama tombol Menu (tombol di sebelah kiri tombol Home).

Gimana caranya screen capture? Tekan tombol Volume Down dan Power (yang di bawah tombol volume) bersamaan.

Caranya nyalain senter pas ponsel masih ke-lock? Tekan lama tombol Home.

Kok keyboard-nya nggak ada emoji atau emoticon-nya? Aku udah cari-cari, kayaknya kalau dari keyboard bawaan Redmi 1S emang nggak ada emoji. Kalau mau, kita bisa download SwiftKey 5 (bawaan dari Redmi 1S itu SwiftKey 4.4).

Kesimpulannya, Redmi 1S ini recommended banget buat yang pengin punya ponsel canggih tapi bujet terbatas. Kok bisa murah gitu, ya? Menurut Hugo Barra, Vice President Xiaomi yang dulunya orang Google, harga produk Xiaomi bisa rendah karena mereka sengaja nggak ngiklan di media massa. Jadi mulai dari pemasaran sampai penjualan, semuanya dilakukan via online. Terus kalau mau servis di mana? Tenang, Xiaomi udah punya 17 service center yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Sip!

Pages:«1...891011121314...62»