Starin Sani

bung-karno-the-other-stories
2 comments

Bung Karno, The Other Stories, Serpihan Sejarah yang Tercecer

Rating: ★★★★
Genre: Biographies & Memoirs
Author: Roso Daras

Inilah buku yang telah membuat saya jatuh hati pada Bung Karno. Bung Karno, The Other Stories, Serpihan Sejarah yang Tercecer berisi 30 kisah kecil tentang Bung Karno yang terlewatkan sejarah.

Salah satu dari cerita itu adalah tentang romusha yang menjadi lembar hitam dalam kehidupan Bung Karno. Jutaan rakyat Indonesia yang begitu mencintai Bung Karno, mati dengan cara mengenaskan akibat sistem kerja paksa yang kejam zaman pendudukan Jepang. Ironis, karena justru Bung Karno yang ditugas Jepang untuk “merayu” rakyatnya memasuki ranah kerja paksa yang mengerikan itu. Lima aktivis pergerakan segera mendatangi beliau, sesaat setelah gambar Bung Karno yang kerkesan mendukung romusha terpampang di mana-mana.

Jawaban Bung Karno kepada mereka, “dalam setiap perang ada korban. Tugas dari seorang panglima adalah untuk memenangkan perang, sekalipun akan mengalami kekalahan dalam beberapa pertempuran di jalan. Andaikata saya terpaksa mengorbankan ribuan jiwa demi menyelamatkan jutaan orang, saya akan lakukan…”

Kisah menarik lain, yaitu ihwal sejarah mobil pertama Presiden Republik Indonesia. Pascaproklamasi dikumandangkan, Bung Karno yang sudah menyandang predikat presiden itu rupanya tidak punya mobil. Para pengikutnya lantas “mencuri” mobil Limousine hitam merek Buick milik seorang Jepang yang menjabat Kepala Jawatan Kereta Api. Mereka meminta kunci mobil tersebut pada sang sopir, seorang pribumi yang kebetulan telah mereka kenal baik. Sopir itu pun menurut, lantas langsung pulang ke kampung halamannya di Kebumen tanpa pamit pada majikannya.

Cerita-cerita dalam buku setebal 276 halaman ini ditulis dengan bahasa yang ringan, mengalir, dan enak dibaca. Tulisan-tulisan tersebut rupanya diambil dari blog pribadi Roso Daras, sang penulis, tentu dengan melalui segenap revisi dan penambahan data.

Sebagai bangsa Indonesia, sudah selayaknya kita berusaha mengenali dan menyayangi proklamator kita, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan membaca buku ini, Bung Karno, The Other Stories, Serpihan Sejarah yang Tercecer.

20 comments

Mengais Kenangan di Puring

Puring, sebuah kecamatan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Di pedesaan inilah ayah saya lahir, 50 tahun yang lalu.

Almarhum kakek dan nenek saya memang asli Kebumen. Setiap tahunnya, tepatnya pada momen Idul Fitri, saya sekeluarga selalu mudik ke sana. Hingga kini, meski kedua eyang saya sudah tiada, Kebumen tetap menjadi kota tujuan mudik kami.

Walau demikian, ada perbedaan yang amat mencolok semenjak kakek saya meninggal dua tahun lalu (nenek saya meninggal lebih dulu). Dulu, keenam anak kakek beserta 19 cucunya selalu membuat riuh rumah eyang di kala Lebaran.

Pagi hari, kami biasa bermain air bersama di pantai, entah Pantai Petanahan atau Pantai Karangbolong. Siangnya, kami menyantap soto buatan Bude Mar, salah satu bude saya yang jago memasak. Jika ikut kompetisi memasak, malaikat juga tahu Bude Mar yang jadi jawaranya.

Sore menjelang malam, kami ngemil golak, makanan khas Kebumen yang amat saya gemari. Kebetulan ada penjual golak yang mangkal di dekat rumah saban habis maghrib. Malamnya, para tetua (ayah, ibu, pakde, bude, om, tante) beristirahat di kamar-kamar tidur. Sementara kami para cucu, tidur bersama bagai ikan pindang di ruang tamu seluas 5 x 3 meter. Sebelum tidur, biasanya kami menyempatkan diri untuk bermain kartu bersama.

Tapi itu dulu. Ketika kakek-nenek saya masih hidup. Semenjak mereka meninggal, rumah di perempatan jalan itu ditinggali oleh Bude Mar. Meski tetap ada yang menempati, namun tiap tahunnya semakin menyusut saja jumlah sanak saudara yang mudik ke sana. Selain karena eyang sudah tiada, juga karena para pakde-budeku sudah menjadi eyang bagi cucu-cucu mereka. Rumah merekalah yang kini menjadi tujuan mudik bagi sang anak-cucu.

Kini, aku tak yakin rumah bercat krem di Puring itu bisa kembali ramai seperti dulu. Hanya kenangan yang masih tersisa, siap dikais saat rindu menyapa.

Puring, 30 Desember 2009

nowhere-to-go
6 comments

Nowhere To Go

My Rating: ★★★★★
Genre: Pop
Artist: Endah N Rhesa

Endah N Rhesa, duo asal Jakarta yang kini sedang amat saya gandrungi. Mengusung format akustik, duo yang terdiri dari Endah (vokal, gitar) dan Rhesa (bass) ini telah mengeluarkan album indie bertajuk Nowhere To Go (Repackaged). Sebelas lagu dalam album yang dirilis tahun 2009 ini kental dengan nuansa folk, jazz, blues, dan ballads. Musiknya yang easy listening, ditambah lirik-lirik yang menyentuh, membuat lagu-lagu Endah N Rhesa selalu masuk dalam playlist saya.

Berikut ini adalah beberapa track yang saya sukai:

1. When You Love Someone
Lagu yang telah masuk ke dalam album solo Endah di tahun 2004, The New Beginning, ini merupakan lagu andalan mereka. Lirik dalam When You Love Someone mengisahkan tentang seseorang yang pantang menyerah untuk mendapatkan cintanya.

2. Catch The Windblows
Dalam lagu ini, selain gitar dan bass, Endah N Rhesa juga memasukkan instrumen piano. Lirik dalam Catch The Windblows cukup menyentuh, mengajari kita untuk selalu mensyukuri hidup.

3. Thousand Candles Lighted
Thousand Candles Lighted, sebuah lagu yang cukup memotivasi saya untuk terus memiliki harapan dan kekuatan untuk menjalani hari esok yang lebih baik.

4. Living With Pirates
Lagu ini cukup nge-beat, dengan iringan gitar yang asik. Sesuai judulnya, Living With Pirates menceritakan tentang rasanya tinggal bersama seorang bajak laut.

Selain empat lagu favorit saya itu, masih ada lagi tujuh track yang juga asik untuk disimak, yaitu:

1. I Don’t Remember
2. Dreams Interlude
3. Blue Day
4. Uncle Jim
5. Baby Its You
6. Before You Sleep
7. Take Me Home

Album ini amat saya rekomendasikan, terutama bagi mereka yang suka lagu-lagu mellow

masa-jaya-1
15 comments

Masa Jaya Itu Pernah Ada

Pas nerima piala
Lagi beraksi
Foto bareng habis nerima piala
Gambarku jadi cover Arif
Piagam penghargaan

Meski aku sekarang seperti ini, tapi sumpah, masa kecilku penuh dengan prestasi.

sang-pemimpi
3 comments

Sang Pemimpi

My Rating: ★★★
Genre: Drama

Para penikmat film atau novel Laskar Pelangi pasti sudah tak asing lagi dengan sosok Ikal. Bocah ini adalah siswa SD Muhammadiyah Gantong, sebuah sekolah kecil yang bangunannya hampir roboh. Sang Pemimpi, yang merupakan sekuel dari film Laskar Pelangi, mengisahkan tentang kelanjutan hidup Ikal selepas lulus dari bangku SD.

Suatu ketika, terjadi kebakaran yang menimpa keluarga jauh Ikal. Satu-satunya anak yang selamat dari bencana itu adalah Arai, sepupunya. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab keluarga Ikal untuk mengurus bocah yang ditinggal mati seluruh keluarganya tersebut.

Arai adalah seorang anak luar biasa yang dipenuhi mimpi dan harapan. Ia selalu ceria dan penuh semangat. Jalan pikirannya tak bisa diterka. Hati Arai juga sungguh mulia.

Pada suatu sore di masjid, Ikal dan Arai bertemu dengan Jimbron, bocah gagap yang ayahnya meninggal karena serangan jantung. Mereka bertiga kemudian bersahabat karib hingga SMA.

Saat SMA inilah ketiga sahabat itu bermimpi untuk keliling dunia, mulai dari Eropa hingga Afrika. Namun ada satu negara yang benar-benar menjadi impian mereka, yaitu Perancis. Mereka lalu menyusun rencana untuk lulus SMA dengan nilai tertinggi, melanjutkan kuliah di Jakarta, kemudian mencari beasiswa ke Perancis.

Film yang diangkat dari novel berjudul sama ini mengajarkan tentang mimpi yang tetap harus dikejar, meski banyak rintangan yang menghadang. Beberapa adegan dalam Sang Pemimpi amat menyayat hati, memaksa penonton untuk meneteskan air mata. Munculnya Ariel Peterpan juga menjadi daya tarik tersendiri dalam film yang disutradarai oleh Riri Riza ini.

Meski demikian, tampaknya Laskar Pelangi lebih diminati dibanding film sekuelnya ini. Hal tersebut terlihat dari tak begitu panjangnya antrian untuk tiket menonton Sang Pemimpi jika dibanding dengan Laskar Pelangi. Sekarang, kita tunggu saja film ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi, Edensor.


Pages:«1...50515253545556...62»