Starin Sani

6 comments

Wisata Empat Pantai

Hari Minggu (27/9) lalu aku berwisata dengan teman-teman SMA. Kami pergi ke empat pantai di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Berikut ini adalah pendapatku terhadap pantai-pantai berpasir putih tersebut.

Pantai Indrayanti
Pantai ini terbilang baru, kata temanku baru dibuka sekitar bulan Juni. Oleh karena itu, Pantai Indrayanti cukup sepi dibanding pantai lain di sekitarnya. Namun demikian, pemandangan di sini cukup berani untuk diadu. Kios makanan masih belum begitu banyak, namun telah tersedia fasilitas jet ski bagi pengunjung yang ingin mencoba.
Di sekitar pantai terdapat batu-batu karang besar dan tajam. Aku peringatkan, jangan sekali-kali bermain di dekat batu karang itu. Percayalah, aku sudah mencoba. Hasilnya, hampir seluruh tubuhku lecet terkena karang saat ombak menghantam.

Pantai Sundak
Karena sudah relatif terkenal, maka wajar saja bila pantai ini cukup ramai dipadati pengunjung. Di pantai Sundak, aku dan teman-teman hanya menumpang makan di warung yang memang lumayan banyak jumlahnya. Di pantai ini pula aku mengobati lukaku, karena di sini telah terdapat tenda P3K yang belum dijumpai di Pantai Indrayanti. Meski pelayanannya pas-pasan, obat juga tidak meyakinkan, tapi lumayanlah daripada lukaku tidak diobati sama sekali.

Pantai Ngandong
Pantai ini terletak persis di sebelah Pantai Sundak, pengunjung tinggal berjalan melewati bukit untuk mencapai pantai yang berbentuk seperti teluk kecil ini. Ombak di pantai Ngandong relatif kecil dan tenang. Ombak-ombak itu datang dari segala arah, saling bertubrukan dengan anggunnya.

Pantai Drini
Pantai Drini merupakan persinggahan terakhirku dan teman-teman. Tak jauh dari pantai ini terdapat pulau kecil berbukit. Pengunjung dapat berjalan kaki untuk menyeberang sampai pulau tersebut. Saat menyeberang, air laut kira-kira hanya setinggi lutut orang dewasa.
Untuk bisa menaiki bukit, pengunjung dikenai tarif sebesar Rp 1.000 saja. Pemandangan di atas bukit amat indah, namun kami memutuskan untuk turun sebelum matahari terbenam karena tempat itu pasti akan amat gelap di malam hari.
Akhirnya kami menyaksikan sunset dari tepi pantai. Pantai Drini indah dan sepi, penutup sempurna untuk wisata kami.

0 comments

Star Trek


Rating: ★★★
Category: Movies
Genre: Science Fiction & Fantasy

Film ini dibuka dengan adegan heroik George Kirk, kapten pesawat luar angkasa yang rela mengorbankan nyawa untuk menyelamatkan 800 penumpangnya. Pada malam sang kapten meninggal, istrinya melahirkan seorang bayi lelaki yang kemudian diberi nama James Kirk.

Star Trek berkisah tentang usaha James Kirk untuk menjadi kapten pesawat seperti ayahnya. Kirk memutuskan untuk bergabung dalam akademi Starfleet. Dalam perjalanannya menjadi kapten, ia bertemu dengan pesaing bernama Spock. Keduanya kemudian mendapat ujian nyata saat bangsa Romulan datang dari masa depan untuk membalas dendam .

Secara keseluruhan, film yang disutradarai J. J. Abrams ini cukup menarik untuk ditonton. Perpindahan gambar terkadang terlalu cepat, namun jalan ceritanya cukup mudah dipahami dibanding film berjenis sci-fi/fantasy lainnya.

5 comments

Dahsyatnya Baim

Hari Senin (10/8) kemarin, aku menyantap sarapan sembari menonton sebuah tayangan musik populer, Dahsyat. Saat itu, pengisi acara yang sedang tampil adalah Wayang, band yang namanya cukup berkibar jaman aku masih SD. Setelah Wayang usai membawakan sebuah lagu, Raffi Ahmad muncul disusul Olga yang sedang menggendong Baim si artis cilik.

Raffi Ahmad dan Olga kemudian bermain-main dengan bocah imut itu. Tiba-tiba, Baim menjambak rambut Olga. Semua penonton di studio tertawa. Seolah belum puas, Baim menjambak lagi rambut sang presenter, kali ini lebih keras. Penonton kembali terbahak-bahak. Adegan menjambak ini terjadi berulang-ulang, diselingi dengan suara Baim yang sedang mengejek, ”Om Olga jelek!”

Jujur saja, aku ikut tertawa saat menyaksikan tayangan ini. Walau begitu, menurutku adegan ini tidak pantas ditayangkan di televisi. Bagaimanapun juga, Olga jauh lebih tua dibanding Baim. Tidak seharusnya Baim menjambaki rambutnya. Dan jika Baim belum mengerti bahwa perbuatannya itu tidak baik, seharusnya ada yang mengingatkan. Tapi pada kenyataannya, tak ada seorang pun yang memberi tahu Baim. Bahkan, Raffi Ahmad malah mengajari Baim untuk mengatai Olga.

Sungguh keterlaluan tayangan televisi kita saat ini. Jika ada anak kecil yang menonton, Baim tentu memberi contoh yang kurang baik. Dengan kata lain, televisi telah mendidik generasi penerus bangsa menjadi kurang bermoral.

Tidak hanya Dahsyat, aku yakin masih banyak acara lain yang menyajikan tontonan sarkas seperti ini. Kini orang tua tidak bisa lagi membiarkan anaknya ’diasuh’ televisi. Orang tua harus mendampingi anaknya menonton, kalau masih ingin sang buah hati tumbuh menjadi anak yang bermoral. 

6 comments

Harry Potter and The Half-Blood Prince


Rating: ★★★★
Category: Movies
Genre: Science Fiction & Fantasy

Film ini mengisahkan tahun keenam Harry Potter di sekolah sihir Hogwarts. Di tahun ini, Dumbledore merekrut Profesor Slughorn untuk mengajar kelas ramuan. Profesor ini diyakini mengetahui banyak informasi tentang Voldemort.

Salah satu informasi penting dari Profesor Slughorn adalah bahwa Voldemort memiliki Horcrux. Horcrux adalah belahan jiwa yang disimpan di sebuah benda. Orang yang memiliki Horcrux tidak akan meninggal jika dibunuh. Ia baru akan meninggal setelah Horcruxnya dihancurkan. Harry dan Dumbledore pun bersama-sama berjuang untuk menghancurkan Horcrux milik Voldemort.

Selain mengisahkan petualangan Harry, film ini juga banyak menampilkan kisah cinta antara Harry dan Ginny. Cinta segitiga antara Ron-Hermione-Lavender juga banyak menjadi sorotan.

Lucu, menarik, dan menegangkan. Ketiga kata itu tampaknya tepat untuk menggambarkan film berdurasi 153 menit ini. Walau begitu, semua penggemar novel Harry Potter pasti beranggapan bahwa novelnya lebih menarik dibanding filmnya. Meski demikian, film ini tetap menarik untuk ditonton.

0 comments

Daniel Isn’t Talking


Rating: ★★★
Category: Books
Genre: Entertainment
Author: Marti Leimbach

Daniel Isn’t Talking bercerita tentang kehidupan Melanie, seorang ibu yang memiliki anak autis bernama Daniel. Autisme Daniel ini baru terungkap saat ia berusia tiga tahun. Amat sulit bagi Melanie untuk menghadapi kenyataan bahwa anak bungsunya mengalami autis. Keadaan ini menjadi semakin sulit lagi saat suaminya pergi meninggalkannya.

Novel ini mengajarkan kegigihan dan kesabaran yang harus dimiliki seorang ibu dalam mendidik anaknya yang autis. Melanie tidak mengijinkan anaknya dimasukkan ke dalam Sekolah Luar Biasa. Menurutnya, sekolah semacam itu justru akan menghambat perkembangan putranya. Melanie yakin, lingkungan yang normal akan membantu Daniel menjadi semakin normal.

Novel karangan Marti Leimbach ini amat menarik dan mengharukan. Namun sayang, mungkin karena novel ini merupakan terjemahan, banyak kalimat yang terasa sukar dicerna. Akhir cerita dari novel ini juga kurang mengesankan. Walau begitu, novel setebal 358 halaman ini cukup menarik untuk dibaca.