Starin Sani

0 comments

My Third Trimester

The finish line is in sight! Sekarang usia kehamilanku udah 35 minggu, tinggal beberapa minggu lagi menuju hari H persalinan. *dagdigdug

Mumpung masih sanggup nge-blog, aku mau share apa aja yang kualamin di trimester ketiga ini.

- Back pain

Mungkin karena perut makin gede dan berat, sekarang duduk jadi makin nggak nyaman. Rasanya punggung jadi cepet pegel.

Tips: Kalau duduk, aku pribadi sih lebih nyaman dengan posisi tegak tapi tetep bersandar. Kalau tetep pegel, saatnya minta suami buat mijitin. ;)

- Wasir

Di trimester kedua kemarin, aku sempet ngalamin BAB berdarah. Itu ternyata baru wasir tahap cemen. Di trimester ketiga ini, muncul benjolan di (maaf) lubang anus yang sakitnyaaa, deuuuh, bikin pusying pala Barbie! Membesarnya rahim ternyata meningkatkan tekanan pada vena di bawah rahim, yang ujung-ujungnya bisa menyebabkan wasir.

Tips: Aku kemarin ngobatinnya pakai salep Borraginol-N. Sembuhnya kurang lebih seminggu setelah pemakaian super-rutin, tiap habis mandi dan kencing diolesin ke wasirnya.

- Makin sering pipis

Kayaknya baru lima menit yang lalu pipis, eh udah kebelet lagi, hahaha.

Tips: Ya udah sih pipis lagi aja, jangan ditahan…

- Beli perlengkapan bayi

Memasuki kehamilan 7 bulan, aku mulai nyicil beli perlengkapan bayi. Banyak juga yaah ternyata habisnya, hahaha. Insya Allah aku bakal bikin posting-an tersendiri tentang perlengkapan awal apa aja yang mesti dibeli untuk menyambut kehadiran si dedek.

Tips: Harus bikin list dulu sebelum pergi belanja-belanji!

- Jalan-jalan pagi

Banyak yang nyaranin buat sering jalan-jalan pagi di trimester ketiga. Aku sendiri cuma di awal trimester tiga aja rajin jalan-jalan pagi, habis itu… emm… :|

Tips: Kata dokterku sih nggak mesti pagi, jalan-jalan cantik di mal gitu juga nggak masalah. Yang penting banyak jalan-jalan. Tapi kalau mau jalan-jalan pagi, yang paling bagus itu antara jam 6 sampai jam 7, soalnya mataharinya masih mengandung vitamin D.

- Puasa

Bulan Ramadan tahun ini datang saat aku hamil bulan kedelapan. Aku sempet puasa seminggu, sebelum kemudian magku kambuh dan terpaksa stop puasa.

Tips: Sebenernya boleh banget puasa pas hamil gede gini. Tapi kata dokterku, tiap kontrol harus dicek, berat bayinya tetep nambah nggak, air ketubannya tetep banyak nggak, gitu-gitu. Kalau semuanya oke, puasanya boleh diterusin. Oh iya, kalau puasa, minumnya harus banyak karena itu ngaruh ke air ketubannya.

Sebagian ibu hamil katanya mulai ngalamin kontraksi palsu di trimester tiga ini, tapi aku sendiri sama sekali belum ngerasain. Ada juga yang udah mulai keluar ASI-nya, tapi aku juga belum tuh. Yah, yang penting sejauh ini kata dokternya bayiku sehat dan normal. Semoga aja bisa terus sehat sampai hari kelahirannya nanti, amiiin!

0 comments

Pelangi dan Toleransi

Beberapa hari lalu pemerintah Amerika melegalkan pernikahan sejenis. Orang-orang Indonesia pun ikutan heboh, terlihat dari beraneka status di media sosial dan profile picture yang pada diganti menjadi berwarna pelangi.

Wajar aja sih menurutku kalau yang di sini ikutan rame. Keputusan Amerika ini bisa aja mempengaruhi negara-negara lain untuk membuat keputusan serupa. Atau paling enggak, keputusan ini bikin kaum LGBT jadi merasa lebih diakui, orang-orang jadi makin toleran, yang pada akhirnya bisa mendorong jumlah kaum ini untuk terus bertambah. Dan ini nggak boleh dibiarin, menurutku.

Mungkin udah banyak yang ngingetin, perbuatan berhubungan dengan sesama jenis ini dilarang dalam agama Islam. Ada beberapa ayat dalam Al Quran yang menceritakan tentang kaumnya Nabi Luth yang berperilaku seperti ini, kemudian akhirnya diazab oleh Allah. Tapi, yah, mungkin justru karena udah terlalu banyak yang ngingetin itu, pada akhirnya malah banyak orang muslim yang cuek aja. Atas nama cinta, sebagian orang tetap mendukung pernikahan sejenis. Being gay is genetic, they said. Ada juga yang nggak setuju, tapi atas nama toleransi, mereka memilih bersikap permisif. Pertanyaannya, apakah toleran adalah sikap yang seharusnya ditunjukkan umat muslim dalam situasi seperti ini?

Dulu, aku juga pasti bakal memilih bersikap toleran. Bukan toleran sih sebenernya, tapi cari aman, hehe. Daripada ribut, mending toleran, kan? Tapi ternyata, bukan kayak gitu konsep yang diajarkan dalam Islam. Islam bukan agama yang ‘lo-lo, gue-gue’. Kalau melihat orang lain berbuat keburukan, dan kita diam aja, kita ikut dosa. Kesannya resek, ya? Tapi justru itu tandanya sayang. :p

Masih inget kan kasus Angeline? Waktu orang-orang di sekitarnya ngaku kalau mereka sebenarnya sadar ada keanehan pada diri bocah ini, langsung deh pelaku media sosial pada ribut. “Angeline mungkin masih hidup bila semua orang di dekatnya lebih peduli,” begitu kurang lebih pendapat mereka. Well, mungkin orang-orang di sekitar Angeline bukannya nggak peduli, mereka cuma nggak mau aja nyampurin urusan orang lain. Nggak mau ribut. Cari aman. Hasilnya?

Nah, sekarang coba bayangin kalau orang-orang juga pada cari aman dengan bersikap toleran sama kasus LGBT ini. Pada saat anak kita beranjak dewasa kelak, bisa-bisa hal ini udah dianggap amat sangat lumrah, jauh lebih lumrah dibanding sekarang. Kita sebagai orangtua pasti bakal kelabakan sendiri seandainya-naudzubillahimindzalik-anak kita tiba-tiba membuat pengakuan, “Mom, I’m gay/lesbian…” Duarrr! Dan pada saat itu terjadi, semuanya udah terlambat. Kita cuma bisa menyesali sikap toleran kita dulu.

Oke, jadi jelas yah, dalam hal ini kita nggak bisa bersikap toleran. Tapiii, kalau mau ngingetin orang lain juga harus ada sopan santunnya. Ingat, jangan benci orangnya, tapi perbuatannya. Kalau kebetulan ada teman yang gay, kita nggak harus musuhin atau jauh-jauh dari dia, kok. Justru kita harus rangkul dia, ajak dia kembali ke jalan yang benar. Kalaupun gagal, paling nggak kita udah berusaha.

Toleransi itu baik. Tapi kalau berkaitan dengan hal-hal yang dilarang agama, bukan sikap toleransi yang dibutuhkan, melainkan peduli dan mengingatkan dengan sopan. :)

5
1 comments

Minke Dessert Bar

Gerai dessert ini baru membuka cabang keduanya di Jogja, yaitu di Jalan Monjali, setelah sebelumnya cuma ada di Jalan Gambir. Lumayan deket sama rumah, aku akhirnya ke gerai baru Minke, Selasa (9/6) minggu lalu.

Dari luar sih udah keliatan tempatnya cukup luas. Begitu masuk, kita bisa pilih mau duduk di area lesehan atau di kursi. Interiornya, yaah, lumayan lucu dan nyamanlah dengan lampu-lampu kecil yang digantung, walaupun nggak istimewa-istimewa banget.

3

4

Begitu membuka daftar menunya, ternyata harga es krim dan es serut yang ditawarkan lumayan terjangkau, mulai dari Rp 15 ribu. Aku akhirnya pesan Red Bean Ice Cream (Rp 15 ribu), sementara suamiku pesan Patbingsu (Rp 16 ribu).

Nggak pake lama, pesanan kami pun datang. Pesananku terlihat sangat menggoda: kacang merah dengan tiga scoop es krim di atasnya yang ditaburi kacang. Pesanan suamiku juga keliatan seger: kacang merah dan buah-buahan dengan corn flakes di atasnya. Setelah diicip-icip, lumayan enak sih, tapi sayang banget jenis es krim di pesananku ternyata bukan es krim yang lembut itu loooh. Yah maklum aja deh, soalnya kan harganya terjangkau. Patbingsu-nya suamiku juga seger, red bean-nya kerasa banget. Tapi kalau menurutku sih masih lebih enak Red Bean Ice Cream yang kupesan. :p

1

2

Tempat lumayan, rasa lumayan, harga terjangkau. Cukup memenuhi lah yaa buat jadi tempat nongkrong cantik bareng temen-temen.

Minke Dessert Bar
Jl. Monjali 106a

0 comments

Berhijab, Yuk!

Sejak nikah, suami selalu ngedorong aku buat pelan-pelan mulai berhijab. Alhamdulillah, di tahun 2015 ini aku udah mulai pake jilbab kalau pergi-pergi, walaupun masih jauh dari syar’i.

Aku sendiri emang udah rencana mau berjilbab setelah nikah. Alasannya, aku pernah denger, kalau wanita nggak berjilbab, nanti suaminya yang bakal dosa. Kasian kan. :p

Makin ke sini, aku makin tahu dan nggak nyepelein lagi masalah berjilbab. Makanya aku sengaja nulis tentang ini di blog. Soalnya aku yakin, masih banyak cewek yang pemikirannya sama kayak aku yang dulu. Tahu sih kalau cewek muslim diwajibin berjilbab, tapiii… entar-entar aja deh pakenya! Alasannya macem-macem, mulai dari gerah, belum punya banyak baju panjang, ngerasa lebih cantik tanpa kerudung, and so on. Ditambah lagi, masih banyak cewek muslim di sekitar kita yang nggak berjilbab, jadi hal ini dianggap wajar. Kita pun nggak takut dosa pergi ke mana-mana dengan menampakkan aurat. Padahal, jelas-jelas perintah buat berjilbab ini tertulis di Al Quran:

“…hendaklah mereka (perempuan) menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka…” (QS An-Nuur:31)

Aku pernah juga dengar ceramahnya Ustad Khalid Basalamah, kalau seorang ayah nggak mengingatkan putrinya untuk berjilbab, maka setiap langkah si putri di luar rumah tanpa jilbab akan mendekatkan sang ayah ke neraka. Hayo… tega kita?!

Jadi buat cewek-cewek muslim yang belum berhijab, yuk mulai pake pelan-pelan. Lama-lama nanti juga biasa dan ngerasa bersalah sendiri kalau keluar rumah tanpa jilbab. Jangan tunda-tunda, karena umur manusia nggak ada yang tahu, kan? Mending gerah di dunia, daripada nanti kepanasan di neraka. Pakaian panjang dan kerudung juga kan awalnya beli dua-tiga biji aja udah cukup. Lagian kalau udah niat, semua halangan mah lewat.

Yang udah berhijab, yuk dibenerin terus pake jilbabnya. Harus menutup dada, pakaiannya juga longgar dan menutup kaki. Yuk yuk yuk!

2 comments

My Second Trimester

Alhamdulillah, nggak kerasa trimester kedua udah berhasil kulewati. :D

Bener kata orang, bulan keempat sampai keenam ini emang masa kehamilan yang paling enak. Perut udah nggak mual-mual, badan juga masih enak dipake jejingkrakan gerak. Tapi tetep, trimester kedua ini terasa spesial dan amazing. Ini dia beberapa hal yang kualami selama trimester kedua.

- Pendarahan!

Aku pikir, setelah trimester pertama lewat, berarti masa rawan juga udah lewat. BIG NO! Aku yang sebelumnya nggak pernah pendarahan, justru mengalami pendarahan pertama di bulan keempat. Setelah diperiksain, ternyata letak plasentaku agak di bawah, jadi emang lebih rawan buat pendarahan. Tapi seiring dengan membesarnya usia kehamilan, plasenta ini bisa naik. Dan alhamdulillah, itulah yang terjadi.

Tips: penyebab pendarahan bisa beda-beda, umumnya karena kecapekan. Tapi tetep, yang namanya pendarahan nggak boleh disepelein. Kalau sampai keluar darah pas lagi hamil, segera periksa ke dokter buat tau penyebabnya.

- Perut mulai membesar

Entah aku yang kurus atau gimana, tapi selama trimester pertama perutku cuma membuncit dikit. Baru di bulan keempat, perut mulai membesar dan celana-celana mulai nggak cukup. Di bulan inilah aku beli pakaian-pakaian khusus ibu hamil, biar lebih nyaman dipakenya.

- Ngerasain gerakan bayi

Aku lupa kapan tepatnya, tapi kayaknya sih di bulan keempat jalan kelima, aku mulai ngerasain gerakan bayi di dalam perut. :) Awalnya ragu, kirain perutku laper atau gimana, tapi lama-lama kita pasti bisa ngerasain kok kalau itu gerakan bayi. Makin hari, gerakannya makin sering dan keras. Rasanya campur aduk, antara seneng, tapi yaa gitu deh rasanya kalau perut ditendang-tendang dari dalem. :p

Tips: kata dokterku, normalnya bayi gerak 10 kali dalam 12 jam. Satu rentetan gerakan (misal dalam sepuluh menit dia gerak terus), itu diitungnya satu gerakan. Kalau geraknya kurang dari 10 kali dalam 12 jam, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

- Suntik TT

Pas kontrol di bulan kelima, dokterku tiba-tiba nyuruh suntik TT. Ternyata selama kehamilan, penting buat suntik TT untuk melindungi bayi dari tetanus saat proses persalinan nanti. Suntik TT ini dilakukan dua kali, kalau aku sih jaraknya sebulan antara suntik TT yang pertama dan kedua.

Tips: habis suntik TT yang pertama, rasanya tangan ini pegeeel banget! Dua hari baru ilang. Yah, aku cuma bisa bilang, “sabar yah,” kekeke. Untungnya habis suntik TT yang kedua, rasanya nggak sepegel yang pertama.

- Tau jenis kelamin bayi

Saat kontrol di bulan kelima itu juga, dokter ngasih tau kalau bayiku perempuan. :) Ternyata udah bisa dilihat lewat USG, walaupun emang bisa aja salah. Pas bulan keenam kontrol lagi, dokternya masih bilang jenis kelamin bayiku cewek. Yah, mau cewek atau cowok, aku sih tetep bersyukurrr.

- Wasir

Uhuk, rada malu nulisnya. Di bulan kelima jalan keenam, aku sempet dua kali berak berdarah alias wasir. Sempet panik, kirain itu darah dari plasenta atau apa, tapi kata dokterku itu wasir. Pas aku browsing, ternyata ibu hamil emang lebih rawan terkena wasir.

Tips: banyak minum air putih, banyak makan makanan berserat, jangan keseringan duduk.

Sekarang aku udah masuk trimester ketiga, semoga aja terus diberi kemudahan dan kesehatan sampai hari H persalinan, amiiin. :)

Pages:«123456789...60»