Starin Sani

7 comments

Setelah Mengisi Teka-Teki Silang

Sabtu pagi yang cerah. Aku pergi ke tempat fotocopy-an untuk meng-copy buku Etika Komunikasi. Lalu aku pergi ke markas SKM UGM Bulaksumur. Lalu aku rapat. Lalu aku berbincang dengan teman-temanku. Lalu aku pulang. Lalu aku makan siang. Lalu aku mengisi teka-teki silang.

Cara bertuturku terasa membosankan? Maklum, aku masih pemula. Ini adalah tulisan pertamaku di blog ini. Aku bergabung di Multiply karena dipaksa oleh kunyuk-kunyuk Komunikasi. Mereka bilang, wajib hukumnya mempunyai blog karena mahasiswa Komunikasi harus bisa menulis. Keahlian menulis diperlukan dalam segala bidang profesi yang berkaitan dengan Komunikasi.

Awalnya aku menolak, dengan alasan aku terlalu sibuk untuk mengurus blog. Namun setelah kupikir-pikir, menulis di blog tidak menyita terlalu banyak waktu. Menulis di blog lebih mudah dibanding menulis untuk Bulaksumur Pos, menulis tugas kuliah, ataupun menulis laporan pertanggungjawaban dalam suatu kepanitiaan. Apalagi dibanding menulis skripsi, menulis di blog jauh lebih gampang. Di blog, kita bebas berekspresi. Tidak perlu takut salah, tidak perlu takut mendapat nilai C, tidak ada batas minimal harus menulis berapa kata. Semua bebas.

Walau begitu, awalnya aku sempat malu kalau tulisanku dibaca oleh teman-teman. Aku takut tulisanku diejek dan dipandang remeh oleh mereka. Aku minder karena tulisan mereka jauh lebih bagus dariku. Aku malu kalau blog-ku dibilang sepi kayak soto.

Tapi aku HARUS mulai membiasakan menulis mulai sekarang. Mengutip judul buku Nunung Prajarto, “Tulis Saja, Kapan Lagi.” Ya, kapan lagi aku akan mulai menulis kalau bukan sekarang? Ejekan dari teman-teman justru bisa kugunakan sebagai kritik yang membangun. Aku juga akan terpacu untuk terus menulis dan meramaikan blog-ku agar tidak dikatakan sepi kayak soto.

Maka sekarang, inilah yang kulakukan. Setelah mengisi teka-teki silang, aku pun mulai menulis.