Starin Sani

0 comments

Berhijab, Yuk!

Sejak nikah, suami selalu ngedorong aku buat pelan-pelan mulai berhijab. Alhamdulillah, di tahun 2015 ini aku udah mulai pake jilbab kalau pergi-pergi, walaupun masih jauh dari syar’i.

Aku sendiri emang udah rencana mau berjilbab setelah nikah. Alasannya, aku pernah denger, kalau wanita nggak berjilbab, nanti suaminya yang bakal dosa. Kasian kan. :p

Makin ke sini, aku makin tahu dan nggak nyepelein lagi masalah berjilbab. Makanya aku sengaja nulis tentang ini di blog. Soalnya aku yakin, masih banyak cewek yang pemikirannya sama kayak aku yang dulu. Tahu sih kalau cewek muslim diwajibin berjilbab, tapiii… entar-entar aja deh pakenya! Alasannya macem-macem, mulai dari gerah, belum punya banyak baju panjang, ngerasa lebih cantik tanpa kerudung, and so on. Ditambah lagi, masih banyak cewek muslim di sekitar kita yang nggak berjilbab, jadi hal ini dianggap wajar. Kita pun nggak takut dosa pergi ke mana-mana dengan menampakkan aurat. Padahal, jelas-jelas perintah buat berjilbab ini tertulis di Al Quran:

“…hendaklah mereka (perempuan) menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka…” (QS An-Nuur:31)

Aku pernah juga dengar ceramahnya Ustad Khalid Basalamah, kalau seorang ayah nggak mengingatkan putrinya untuk berjilbab, maka setiap langkah si putri di luar rumah tanpa jilbab akan mendekatkan sang ayah ke neraka. Hayo… tega kita?!

Jadi buat cewek-cewek muslim yang belum berhijab, yuk mulai pake pelan-pelan. Lama-lama nanti juga biasa dan ngerasa bersalah sendiri kalau keluar rumah tanpa jilbab. Jangan tunda-tunda, karena umur manusia nggak ada yang tahu, kan? Mending gerah di dunia, daripada nanti kepanasan di neraka. Pakaian panjang dan kerudung juga kan awalnya beli dua-tiga biji aja udah cukup. Lagian kalau udah niat, semua halangan mah lewat.

Yang udah berhijab, yuk dibenerin terus pake jilbabnya. Harus menutup dada, pakaiannya juga longgar dan menutup kaki. Yuk yuk yuk!

2 comments

My Second Trimester

Alhamdulillah, nggak kerasa trimester kedua udah berhasil kulewati. :D

Bener kata orang, bulan keempat sampai keenam ini emang masa kehamilan yang paling enak. Perut udah nggak mual-mual, badan juga masih enak dipake jejingkrakan gerak. Tapi tetep, trimester kedua ini terasa spesial dan amazing. Ini dia beberapa hal yang kualami selama trimester kedua.

- Pendarahan!

Aku pikir, setelah trimester pertama lewat, berarti masa rawan juga udah lewat. BIG NO! Aku yang sebelumnya nggak pernah pendarahan, justru mengalami pendarahan pertama di bulan keempat. Setelah diperiksain, ternyata letak plasentaku agak di bawah, jadi emang lebih rawan buat pendarahan. Tapi seiring dengan membesarnya usia kehamilan, plasenta ini bisa naik. Dan alhamdulillah, itulah yang terjadi.

Tips: penyebab pendarahan bisa beda-beda, umumnya karena kecapekan. Tapi tetep, yang namanya pendarahan nggak boleh disepelein. Kalau sampai keluar darah pas lagi hamil, segera periksa ke dokter buat tau penyebabnya.

- Perut mulai membesar

Entah aku yang kurus atau gimana, tapi selama trimester pertama perutku cuma membuncit dikit. Baru di bulan keempat, perut mulai membesar dan celana-celana mulai nggak cukup. Di bulan inilah aku beli pakaian-pakaian khusus ibu hamil, biar lebih nyaman dipakenya.

- Ngerasain gerakan bayi

Aku lupa kapan tepatnya, tapi kayaknya sih di bulan keempat jalan kelima, aku mulai ngerasain gerakan bayi di dalam perut. :) Awalnya ragu, kirain perutku laper atau gimana, tapi lama-lama kita pasti bisa ngerasain kok kalau itu gerakan bayi. Makin hari, gerakannya makin sering dan keras. Rasanya campur aduk, antara seneng, tapi yaa gitu deh rasanya kalau perut ditendang-tendang dari dalem. :p

Tips: kata dokterku, normalnya bayi gerak 10 kali dalam 12 jam. Satu rentetan gerakan (misal dalam sepuluh menit dia gerak terus), itu diitungnya satu gerakan. Kalau geraknya kurang dari 10 kali dalam 12 jam, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

- Suntik TT

Pas kontrol di bulan kelima, dokterku tiba-tiba nyuruh suntik TT. Ternyata selama kehamilan, penting buat suntik TT untuk melindungi bayi dari tetanus saat proses persalinan nanti. Suntik TT ini dilakukan dua kali, kalau aku sih jaraknya sebulan antara suntik TT yang pertama dan kedua.

Tips: habis suntik TT yang pertama, rasanya tangan ini pegeeel banget! Dua hari baru ilang. Yah, aku cuma bisa bilang, “sabar yah,” kekeke. Untungnya habis suntik TT yang kedua, rasanya nggak sepegel yang pertama.

- Tau jenis kelamin bayi

Saat kontrol di bulan kelima itu juga, dokter ngasih tau kalau bayiku perempuan. :) Ternyata udah bisa dilihat lewat USG, walaupun emang bisa aja salah. Pas bulan keenam kontrol lagi, dokternya masih bilang jenis kelamin bayiku cewek. Yah, mau cewek atau cowok, aku sih tetep bersyukurrr.

- Wasir

Uhuk, rada malu nulisnya. Di bulan kelima jalan keenam, aku sempet dua kali berak berdarah alias wasir. Sempet panik, kirain itu darah dari plasenta atau apa, tapi kata dokterku itu wasir. Pas aku browsing, ternyata ibu hamil emang lebih rawan terkena wasir.

Tips: banyak minum air putih, banyak makan makanan berserat, jangan keseringan duduk.

Sekarang aku udah masuk trimester ketiga, semoga aja terus diberi kemudahan dan kesehatan sampai hari H persalinan, amiiin. :)

0 comments

My 27th Birthday Note

Uhuk, syedih deh pas ngetik judulnya, tau-tau aku udah umur 27 aja. :| Tapi, posting-an berisi target setahun ke depan tetap harus dibikin!

Untuk targetku di usia 26 sendiri ada tiga, semua tercatat di sini. Alhamdulillah, cuma satu yang tercapai dengan sempurna, hahaha, yaitu get married. Untuk hal nabung buat DP rumah, errr, gagal total. Apalagi aku sempet nyetop sementara semua kerjaan freelance gegara lagi kurang fit pas hamil muda. Yang ada duit di tabungan berkurang muluuu, nggak nambah-nambah. Terus target terakhir, yaitu publish my own book, sebenernya di umur 26 kemarin aku sempat menulis dua buku yang diterbitkan, tapi nulisnya rame-rame (ada yang berdua, ada yang bertiga). Jadi aku kurang sreg kalau mengatakan target yang ini udah tercapai.

Oke, yang lalu biarlah berlalu. Sekarang aku mau bikin target yang semoga bisa kucapai selama setahun ke depan. Hmm… tapi apa ya? Hahahaha. Well, pada intinya sih aku pengin jadi a better wife aja buat suamiku. Yang sebelumnya nggak pernah masakin, pengin nyoba masakin. Yang sebelumnya nggak pernah nyuciin baju, mau mulai nyuciin. Ya gitu-gitu deh. Terusss aku masih penasaran aja pengin merealisasikan target tahun lalu yang belum tercapai, yaitu publish my own bookKalau target seputar finansial nggak usah dululah ya, karena tahun ini aku mau punya baby, pasti pengeluaran bakal banyak bet.

I think that’s all, dua target aja udah cukup susye, hahaha. Semoga dilancarkan untuk merealisasikannya, amiiin.

Happy birthday to me, by the way. ;)

twenty-seven-thirty-getting-old-birthday-ecards-someecards

Err…

0 comments

Dokter Kandungan: Pria atau Wanita?

Buat para wanita yang baru pertama hamil, mungkin masih bingung ya milih-milih dokter kandungan. Biasanya sih yang jadi pertimbangan saat milih dokter kandungan adalah reputasi si dokter, dan yang nggak kalah penting bagi sebagian orang adalah jenis kelamin si dokter.

Sejak awal kehamilan, aku sendiri lebih milih dokter kandungan wanita karena alasan kenyamanan. Kalau suami aku sih awalnya terserah aja, yang penting nanti pas proses persalinannya aku dan bayiku sehat serta selamat. Nah, cuman… waktu aku baca buku Saat Muslimah Hamil karangan Syaikh Musa Ahmad Olgar, di situ disebut bahwa ditangani dokter laki-laki merupakan perbuatan yang sangat bertentangan dengan aturan hijab dan sopan santun dalam Islam. Nah lho…

Masuk akal sih, melahirkan bayi kan harus memperlihatkan aurat, padahal aurat kita haram hukumnya dilihat laki-laki. Ada surat dan hadisnya:

“Apabila kamu meminta sesuatu kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS Al-Ahzaab:53)

“Wanita itu seluruhnya adalah aurat.” (HR Tirmidzi)

Tapi masih menurut buku itu, dalam keadaan darurat, ada perkecualian. Jadi misal ada wanita yang melahirkan dengan tidak normal, dan kalau ditangani bidan perempuan bisa berisiko kematian, maka dia boleh ditangani dokter laki-laki yang memang ahli. Tapi tetap, hukum dasarnya adalah haram ditangani dokter laki-laki. Jadi selama kehamilan kita normal, lebih baik kita pilih dokter kandungan perempuan.

Ingat, wanita memperoleh pahala yang besar pada saat hamil dan melahirkan. Nggak mau kan kita justru berisiko dosa di saat-saat penuh keberkahan ini? ;)

Anyway, buat para wanita yang lagi hamil, semoga diberi kemudahan yah selama hamil dan melahirkan nanti. :)

insurgent
0 comments

Insurgent (2015)

My Rating: ★★★★
Genre: Science-fiction, adventure

insurgent

Selain trilogi The Hunger Games, The Divergent Series juga termasuk film yang kutunggu-tunggu! Kabar gembira untuk kita semua, film kedua dari The Divergent Series, yaitu Insurgent, udah mulai tayang di bioskop sejak 20 Maret kemarin.

Meneruskan cerita di Divergent (2014), dikisahkan Tris (Shailene Woodley) dan Four (Theo James) kabur ke faksi Amity setelah ketahuan bahwa mereka Divergent. Tapi pemimpin faksi Erudite, Jeanine (Kate Winslet), terus mencari para Divergent, karena dia punya kotak dari para pendiri kota yang hanya bisa dibuka oleh kaum Divergent.

Tris dan Four pun melarikan diri lagi ke wilayah kaum Factionless, alias kaum yang nggak masuk ke dalam lima faksi yang ada. Pasangan kekasih ini juga sempat pergi ke faksi Candor, namun lagi-lagi harus bertemu dengan anak buah Jeanine yang sedang memburu para Divergent. Dengan menggunakan sebuah alat, anak buah Jeanine pun mengetahui bahwa Tris ternyata adalah orang yang mereka cari. Soalnya, rupanya tak sembarang Divergent bisa membuka kotak dari para pendiri kota.

Dari segi jalan cerita, emang cukup bikin penasaran yah, sebenarnya apa sih isi kotak dari para pendiri kota? Dari segi visual, film yang diangkat dari novel Veronica Roth ini juga menarik. Ditambah lagi, sang pemeran utama Shailene Woodley berakting keren di film berdurasi 119 menit ini. Dengan potongan rambut pendek, aktris yang juga membintangi The Fault in Our Stars (2014) ini terlihat cukup tangguh dan jago bela diri. Dibanding Divergent, Insurgent memang menyajikan adegan berantem yang lumayan banyak.

Untuk cerita cinta antara Tris dan Four sendiri, udah nggak terlalu jadi fokus cerita, sih. Cuman, sempat ditampilkan adegan ranjang di antara mereka yang menurutku kurang penting. Satu lagi yang bikin aku kurang sreg, emm (awas rada spoiler)… isi kotaknya itu ternyata… aw aw, ya gitu deh, menurutku agak aneh aja ternyata tujuan para pendiri kota mendirikan kota itu.

Overall sih, film garapan sutradara Robert Schwentke ini lumayan menarik ditonton. Selamat menanti film kelanjutannya, Allegiant – Part 1, yang rencananya bakal dirilis 18 Maret 2016!

Pages:«1...6789101112...62»