Starin Sani

0 comments

Puncaknya Jogja

Udah agak lama sebenernya aku ke tempat makan yang satu ini, sekitar 1,5 bulan yang lalu. Waktu itu aku lagi ada acara di sekitar Jalan Kaliurang, trus pulangnya suami ngajak makan di sini.

Dari luar, Puncaknya Jogja terlihat seperti tempat makan biasa. Setelah masuk juga… nggak terlalu istimewa sih, hahaha. Nah, tapi coba deh turun lewat tangga yang ada di ujung. Nanti kita akan sampai di lokasi makan outdoor yang membuat pengunjung berasa lagi camping di pegunungan. Ada banyak tenda dan hammock yang dipasang di sekitar kursi dan meja makan. Rasanya langsung kepengin foto-foto deh, hihihi.

pj 2

pj 3

Untuk menunya, waktu itu kami ke sana siang-siang. Ternyata menunya beda antara siang dan malam. Kami pun memutuskan pesan katsu-katsuan gitu deh, maaf udah lupa nama persisnya, hehe. Kalo malam ada pisang bakar, roti bakar, gitu-gitu. Untuk minumnya aku pilih teh-tehan aja. Makan berdua sama suami (Hilya bobok dan baru bangun pas mau pulang, jadi nggak ikut makan, hihi), totalnya sekitar 50-60 ribu. Nggak terlalu mahal lah yaa.

Nggak lama, pesanan kami diantarkan. Pas nyobain katsunya… jujur aku agak kecewa sih. Karena katsunya kayak nggak fresh from the pan. Dingin dan keras. Mungkin untuk makanan yang menu malam lebih mendingan. Tapi kayaknya aku nggak mungkin yaa bawa Hilya ke sini malam-malam, hehe.

pj 1

Buat yang kepengin makan dengan suasana berbeda, bolehlaaah mampir ke sini. Tapi, nggak usah berekspektasi lebih sama makanannya yaa, daripada kecewa, hehe.

Puncaknya Jogja
Jl. Kaliurang KM 10

Leave A Comment